Cicil Emas di Pegadaian Sulselbarra Maluku 29 Juni 2026, 1 Gram Hanya Rp86 Ribuan
JAKARTA, GOSULSEL.COM – PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) VI Sulselbar Maluku kembali memperbarui daftar harga dari produk cicilan emas per Senin, 29 Juni 2026.
Berdasarkan pembaruan harga pukul 10.00 WIB, masyarakat dapat memiliki emas dengan skema cicilan mulai dari ukuran 1 gram hingga 50 gram.
Untuk emas 1 gram, uang muka yang dibutuhkan sebesar Rp444.050 dengan angsuran per bulan mulai Rp86.195. Sementara itu, emas 5 gram ditawarkan dengan uang muka Rp1.981.850 dan cicilan mulai Rp422.574 per bulan.
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi dalam jumlah lebih besar, tersedia pilihan emas 10 gram dengan uang muka Rp3.903.200 dan angsuran mulai Rp842.852 per bulan. Selanjutnya, emas 25 gram memerlukan uang muka Rp9.630.950 dengan cicilan mulai Rp2.095.744 per bulan.
Sementara untuk emas 50 gram, calon nasabah perlu menyiapkan uang muka sebesar Rp19.196.900 dengan angsuran mulai Rp4.188.207 per bulan.
Harga uang muka dan cicilan tersebut merupakan simulasi untuk tenor 36 bulan. Masyarakat dapat memilih tenor lain, mulai 6, 12, hingga 24 bulan dengan uang muka mulai Rp10 persen.
Berikut daftar harga cicil emas Pegadaian per 29 Juni 2026:
1 Gram uang muka Rp444.050 cicilan mulai Rp86.195
5 Gram uang muka Rp1.981.850 cicilan mulai Rp422.574
10 Gram uang muka Rp3.903.200 cicilan mulai Rp842.852
25 Gram uang muka Rp9.630.950 cicilan mulai Rp2.095.744
50 Gram uang muka Rp19.196.900 cicilan mulai Rp4.188.207
Program cicil emas Pegadaian memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki emas secara bertahap. Produk emas yang tersedia berasal dari berbagai merek, seperti Galeri 24, UBS, dan Lotus Archi.
Pemimpin Wilayah Pegadaian Sulselbarra Maluku, Pratikno, menyampaikan bahwa emas hingga saat ini masih menjadi instrumen investasi sekaligus aset lindung nilai (safe haven) yang paling dipercaya masyarakat. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi pasar keuangan, dan dinamika geopolitik dunia, emas dinilai memiliki ketahanan nilai yang kuat dibandingkan instrumen investasi lainnya.
“Hal tersebut didukung oleh beberapa indikator utama, antara lain Nilai Intrinsik yang stabil (Bukan Kewajiban Pihak Lain), kelangkaan alami (Anti-Inflasi), korelasi Negatif dengan pasar keuangan, dan likuiditas global (diterima di mana saja),” ucapnya beberapa waktu lalu. (*)