Harga Jual Kembali Tinggi, Toyota Jadi Pilihan Bijak untuk Investasi
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dalam memilih mobil pribadi, nilai fungsionalitas dan kenyamanan berkendara menjadi proritas utama bagi konsumen. Namun, sering kali luput pada aspek finansial jangka panjang.
Konsumen yang bijak sering kali mempertimbagkan faktor nilai jual kembali atau resale value. Sebab, tidak ada jaminan mobil dipakai seterusnya, bisa jadi akan dijual atau tukar tambah.
Dalam lanskap industri otomotif tanah air, memilih mobil Toyota kerap dinilai sebagai salah satu langkah investasi cerdas dan bijak. Alasannya karena harga jual kembali yang ditawarkan tetap tinggi.
Pengalaman itu dirasakan Muhammad Saddad. Sebelum beralih ke Toyota Rush, dia awalnya adalah pengguna Raize. Mobil pertamanya itu dijual melalui Toyota Trust, layanan kendaraan bekas dari Kalla Toyota.
“Karena waktu dulu saya beli Raize, katanya harganya masih tinggi kalau ditukar tambah,” ucap pria asal Kabupaten Gowa ini, Selasa (2/6/2026).
Melalui program SmartUpgrade, dia melakukan tukar tambah untuk Toyota Rush. Setelah ditaksasi, harga Raize miliknya terbukti masih tetap tinggi.
“Padahal saya sudah pakai dua tahun itu mobil,” lanjut Saddad.
Pegawai di salah satu bank swasta itu kini punya kendaraan pribadi yang bisa membawa keluarganya untuk perjalanan jauh dengan nyaman. Sebab, Toyota Rush adalah mobil segmen Sport Utility Vehicle (SUV) 7-seater atau muat tujuh penumpang.
Hal itu juga dirasakan Syafila Wardani. Dia merupakan pengguna Toyota Agya Stylix sekaligus mobil pertamanya setelah baru mendapat pekerjaan di salah satu BUMN di Makassar.
Syafila memilih Toyota setelah mendapatkan beberapa rekomendasi temannya, di mana jika dijual atau ditukar tambah, harganya masih tetap tinggi.
“Tiga teman saya bilang jadinya saya beli Agya karena stylish desainnya,” katanya.
Syafila memang mengaku punya pikiran untuk menggantinya setelah memakai empat atau lima tahun. Untuk itu, Toyota jadi pilihannya dengan jaminan harga jual kembali yang masih tinggi di kemudian hari.
“Rencananya begitu, kalau ada uang lebih mau tukar tambah dengan Yaris Cross,” tukasnya.
Stabilitas harga Toyota didorong kuat oleh ekosistem purna jual atau aftersales yang sangat matang. Bengkel resmi yang sudah tersebar di seluruh tanah air yang mudah dijangkau konsumen adalah salah satunya.
Di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara, Kalla Toyota terus menambah bengkel resmi sebagai upaya untuk menjaga nilai jual kembali dari Toyota.
“History servis dari unit tersebut juga dapat tetap terjaga meskipun berada di luar kota sekalipun,” ujar Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin.
Sejauh ini, Suliadin menyebut mayoritas konsumen memilih Toyota berkat keunggulan tersebut. Namun, dia mengingatkan agar melakukan perawatan berkala agar kualitas kendaraan tetap terjaga.
“Rutin melakukan servis berkala adalah poin utama. Disamping itu juga jarak tempuh kendaraan mempengaruhi taksasi, selain memang kondisi mobil,” jelasnya.
Untuk membuktikan Toyota punya harga jual kembali yang tetap tinggi, dia mempersilahkan konsumen untuk datang ke Toyota Trust jika ingin dijual.
Begitu juga apabila mau tukar tambah. Lewat program SmartUpgrade, mobil lama akan ditaksasi lebih dulu untuk mendapatkan mobil Toyota baru yang harganya relatif terjangkau.
“Tetap nilai taksasi Toyota pasti akan stabil, tidak jeblok seperti merek lain,” tutup Suliadin. (*)