Banjir Merek Baru, Toyota Tetap Jawara Pasar Otomotif
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pasar otomotif terus mengalami perkembangan yang dinamis seiring ramainya merek baru masuk ke Indonesia khususnya Sulawesi Selatan.
Meski begitu, fenomena ini tidak menggoyahkan dominasi Toyota. Ia tetap menjadi jawara di pasar otomotif dengan penjualan kendaraan tertinggi.
Terkhusus di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara, Kalla Toyota mencatakan penguasaan market share atau pangsa pasar sebesar 36% per April 2026. Lalu diikuti penjualan kendaraan yang meningkat enam persen.
Banyak faktor yang mendorong Toyota tetap menjadi nomor satu di pasar otomotif. Salah satunya jaringan bengkel yang luas yang dihadirkan Kalla Toyota di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Menurut Muhammad Anshar, salah satu pengguna Toyota Agya, bengkel yang mudah dijumpai membuatnya tidak khawatir apabila mobilnya butuh perawatan secara berkala.
Kemudahan itu dirasakannya ketika berada di Kabupaten Toraja Utara. Dia langsung berkunjung ke bengkel resmi Kalla Toyota yang beralamat di Jalan Pongtiku Nomor 27, Kota Rantepao.
“Di setiap kabupaten yang saya kunjungi pasti ada bengkel resminya Toyota,” ucapnya, Senin (25/5/2026).
Selain itu, lanjut Anshar, Toyota punya deretan mobil dengan harga yang terjangkau namun sesuai dengan kebutuhan konsumen. Semisal Agya miliknya, bisa dimodifikasi bergaya racing.
“Agya kemarin saya beli karena desainnya bagus. Sepertinya kalau di modif makin gagah,” katanya.
Pendapat serupa disampaikan Abdul Razak, pengguna Toyota Avanza. Dia kepincut lantaran harga jual kembali yang tetap tinggi sehingga gampang untuk upgrade ke mobil Toyota baru.
“Saya masih cari mobil yang pas untuk tukar tambah. Maunya yang 7-seater biar enak jalan sama keluarga,” ungkapnya.
Namun, dia sudah punya beberapa opsi mobil Toyota barunya, salah satunya adalah New Veloz Hybrid EV. Kendaraan ini menawarkan konsumsi bahan bakar yang efisien dan ruang kabin yang luas.
“Kalau di pakai perjalanan jauh nyaman. Apalagi kan sudah dekat Idul Adha,” jelas Razak.
Dengan pengalaman dari pengguna, Toyota membuktikan dirinya tetap menjadi nomor satu di hati masyarakat. Dari jaringan bengkel yang luas hingga harga jual kembali yang tinggi menjadi pertimbangan mereka memilih pabrikan asal Jepang itu.
Marketing General Manager Kalla Toyota, Suliadin mengaku optimis bisa menjaga tren positif itu di tengah gempuran kendaraan merek baru.
“Momen ini menuntut Toyota untuk terus melahirkan strategi hingga memberikan pelayanan yang lebih baik dengan keunggulan produk yang sudah sangat memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Kalla Toyota sebagai pemain lama di pasar otomotif telah membangun kepercayaan pelanggan selama berpuluh tahun. Hal tersebut yang membuatnya tetap mendominasi penjualan kendaraan hingga kini.
“Selain itu, kami punya jaringan penjualan dan layanan purna jual yang tersebar mulai dari kota hingga pelosok, dan harga jual kembali tinggi,” jelas Suliadin.
Dia juga menjelaskan, dari market share sebesar 36% pada April 2026, kendaraan paling laris adalah Toyota Calya, raja segmen LCGC atau kendaraan murah yang muat tujuh penumpang dengan market share 22%.
Kedua, Rush (20%), mobil SUV 7-seater yang bisa melibas segala medan. Kemudian terakhir yaitu varian Hybrid (11%), seperti New Veloz Hybrid yang irit bahan bakar dengan memadukan mesin bensin dan listrik.
“Jadi mampu menjawab kebutuhan masyarakat dari segala segmen,” tambahnya.
Ke depan, Kalla Toyota akan terus meningkatkan kualitas pelayanannya untuk menjaga kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap mobil Toyota. Hal tersebut juga disertai dengan edukasi lebih mendalam terkait keunggulan.
“Kalla Toyota juga memberikan program tukar tambah yang lebih mudah dan efisien, terutama dengan hadirnya program SmartUpgrade yang memungkinkan pelanggan meng-upgrade unitnya setiap saat,” tutup Suliadin. (*)