OJK Beberkan Faktor yang Menekan IHSG
JAKARTA, GOSULSEL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat pasar saham tertekan beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan catatan OJK, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi sebesar 11,92 persen secara bulanan dan 29,14 persen secara tahunan pada Mei 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan koreksi dan tekanan pada IHSG mencerminkan respons pasar yang telah memperhitungkan kombinasi berbagai faktor, baik global maupun domestik.
Hasan menyebutkan salah satu faktornya adalah penyesuaian portofolio oleh investor usai pengumuman rebalancing oleh penyedia indeks global.
“Namun terdapat juga perkembangan berbagai indikator dan sentimen ekonomi, baik domestik maupun global, yang juga turut mempengaruhi dan menjadi bagian yang diperhitungkan oleh para investor,” kata Hasan dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan secara daring, Jumat (5/6/2026).
Ia pun mengimbau investor untuk mencermati berbagai dinamika pasar secara objektif, proporsional, dan tetap rasional.
Menurut Hasan, fundamental pasar modal Indonesia masih menunjukkan kinerja yang baik. Hal itu tercermin dari nilai transaksi dan likuiditas pasar saham domestik yang masih tercatat tinggi.
Selain itu, kata Hasan, laporan keuangan triwulan I 2026 menunjukkan bahwa secara umum kinerja emiten masih mencatat pertumbuhan yang positif.
Hasan mengatakan OJK akan terus mencermati dinamika pasar setelah rebalancing Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell.
Ke depan, kata dia, OJK dan SRO (Self Regulatory Organization) juga akan terus memantau berbagai agenda Global Index Providers.
“Serta memastikan bahwa reformasi pasar modal yang sedang berjalan dapat terus diimplementasikan secara konsisten dalam upaya memperkuat kredibilitas dan daya tarik investasi pasar modal di Indonesia,” tutup Hasan. (*)