#TRENDING
Transaksi memakai QRIS di Toko Kopi Haji Untung yang berlokasi di Jalan Bumi 15, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Kamis (25/6/2026)/GOSULSEL

Transformasi UMKM di Makassar, QRIS BRI Jadi Alat Bayar Utama

Thursday, 25 June 2026 | 20:55 Wita - Editor: Agung Eka -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini bukan lagi sekadar alat bayar alternatif. Ia telah menjadi alat pembayaran utama di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah mengutamakan pembayaran lewat QRIS ketimbang uang tunai. Sebab, menawarkan transaksi yang cepat dan aman.

Berdasarakan data dari Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, UMKM di Makassar yang telah menggunakan QRIS telah mencapai 50 persen dari 1,3 juta pengguna, per awal Maret 2026.

PT-Vale

Dengan jumlah tersebut, UMKM yang menggunakan QRIS tidak sulit dijumpai di Makassar. Salah satunya adalah UMKM Vinlandak Kitchen di Jalan Banta-bantaeng Lorong 3, Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini.

Pemilik dari Vinlandak Kitchen, Dimitri Eka Mariana (38) telah menggunakan QRIS dari BRI Merchant, aplikasi layanan terpadu untuk berbagai kebutuhan UMKM dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Dia mengaku QRIS menjadi alat pembayaran yang lebih praktis. Uangnya langsung masuk ke rekening pribadi tanpa harus lagi setor tunai.

“Riwayat pembayarannya juga ada untuk mengetahui alur kas yang masuk,” jelasnya saat ditemui, Kamis (25/6/2026).

Lanjut, menurut Dimitri, penggunaan QRIS juga disesuaikan dengan minat pelanggan. Rata-rata mereka memilih pembayaran non tunai itu lantaran sudah tidak memegang uang tunai.

“Kalau pun ada uangnya, dia bilang pasti sedikit,” katanya.

Dimitri Eka Mariana (38), pemilik Vinlandak Kitchen bersama sang suami saat memperkenalkan produknya/GOSULSEL

Dengan QRIS, dia melihat antusiasme pelanggan semakin meningkat. Apalagi, BRImo tidak lemot untuk diakses sehingga mudah melihat transaksi yang masuk atau menikmati fitur yang lain.

“BRImo itu simpel, cepat dibuka. Jarang ada gangguan kecuali internet kita yang bermasalah,” tutup Dimitri.

Pemilik Toko Kopi Haji Untung, Hendri Murdani (42) juga setahun belakangan telah mengandalkan metode pembayaran lewat QRIS yang sebelumnya telah didaftarkan di BRI Merchant.

Di outletnya di Jalan Bumi 15, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, dia telah menyiapkan pembayaran QRIS, lengkap dengan mesin Electronic Data Capture atau EDC dari BRI.

Padahal, dulunya dia hanya menerima uang tunai selama transaksi. Pasalnya, dia khawatir perihal penipuan digital dengan berbagai modus, semisal bukti pembayaran QRIS yang sudah diedit.

“Karena saya baca di media banyak modus begitu, jadi saya was-was,” ucapnya.

Pelan-pelan, kata Hendri, dia mencoba menerapkan pembayaran QRIS. Alhasil, banyak pelanggannya justru memilih bayar pakai non tunai ketimbang uang tunai.

Animo itu turut menaikkan penjualan produk kopinya mencapai 30 persen sejak awal tahun 2026. Dia melihat tren tersebut bisa berlanjut mengingat ada rencana ekspansi di kabupaten Bantaeng.

“Rencana mau buka outlet satu dengan pakai QRIS juga,” lanjutnya.

Selain itu, pembayaran QRIS tidak hanya diterapkan kepada pembeli langsung ke outlet. Pelanggan dari daerah lain juga banyak yang meminta pembayaran non tunai itu dengan cara scan kode QRIS miliknya.

“Daripada transfer, ada biaya adminnya kalau beda bank. Kalau QRIS tidak ada,” tutup Hendri.

Infografis QRIS BRI Merchant/GOSULSEL

BRI berkomitmen menghadirkan akses transaksi yang cepat dan praktis bagi seluruh nasabah khususnya bagi pelaku UMKM. Untuk itu, BRI Merchant hadir menjawab kebutuhan transaksi mereka, dari pembayaran QRIS hingga manajemen bisnis.

Selain itu, merchant juga dilengkapi EDC atau Electronic Data Capture, yaitu mesin pembayaran non tunai dari pelanggan secara cepat, aman, dan real-time. Mesin ini terhubung ke jaringan bank untuk memproses transaksi kartu debit, kartu kredit, uang elektronik, hingga QRIS.

Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto menegaskan pihaknya terus mendorong pelaku UMKM untuk memakai QRIS. Transaksi cepat, praktis, dan tingkat keamanannya pun tinggi.

“Jadi ini yang kita dorong ke masyarakat untuk cashless. Karena memang salah satu tugas kita di inklusi itu kan bagaimana meminimalisir atau menekan cashless,” katanya.

Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, BRI akan terus melakukan edukasi literasi keuangan kepada pelaku UMKM.

Di samping itu, merchant juga diharap memasang QRIS dan menggunakannya sebagai alat pembayaran non tunai ketika nasabah BRI bertransaksi via BRImo.

“Kami minta mereka pasang QRIS di situ sambil ada upaya edukasi,” lanjut Iwan.

Sementara Regional Chief Executive Officer BRI Region 15 Makassar, D. Argo Prabowo mengungkapkan, aplikasi BRImo mengalami pertumbuhan positif dengan jumlah pengguna yang meningkat setiap tahunnya. Hal ini sekaligus membuktikan nasabah sudah bergantung pada transaksi digital ketimbang harus ke bank.

“Dari sisi transaksi juga luar biasa bahkan secara nasional juga BRI dapat apresiasi positif karena transaksi dan alat akseptasi yang meningkat tajam,” tandas Argo. (*)