#TRENDING

Digelar BI Sulsel, Wastra Heritage Market 2026 Siapkan Lima Strategi Perkuat Ekosistem UMKM

Thursday, 30 July 2026 | 18:54 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Selatan (Sulsel) berkolaborasi dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Makassar menyelenggarakan Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) dan South Sulawesi Digital Festival (DIGIFEST) presents Wastra Heritage Market 2026, yang berlangsung pada 28 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Mal Ratu Indah, Makassar. Kegiatan ini bertujuan mendorong UMKM yang semakin kuat, adaptif, berdaya saing, dan siap memasuki ekosistem ekonomi digital, dengan wastra sebagai representasi budaya.

Rangkaian kegiatan ini mengusung lima strategi utama. Pertama, business matching untuk perluasan akses pasar melalui exhibition, fashion show, dan talkshow bersama IFC Chapter Makassar. Kolaborasi serupa pernah dilakukan pada Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) 2026 dengan memfasilitasi business matching senilai lebih dari Rp4,4 miliar.

Perluasan akses pasar ekspor juga telah dilakukan melalui business matching dengan potential buyer luar negeri pada kegiatan Anging Mamiri Business Fair (AMBF) tahun lalu. Hasilnya yaitu 30 UMKM binaan membukukan komitmen ekspor Rp228 miliar ke 17 negara. Realisasi atas komitmen tersebut tercatat sebesar Rp123,5 miliar (54,2%) hingga Juli 2026 dan sudah termasuk pelepasan ekspor whole candlenut milik UMKM binaan PT Onstar Pop Farm (OSP Farm) ke Jeddah, Arab Saudi pada 23 Juli 2026.

PT-Vale

Kedua, business matching pembiayaan bersama Bank Mandiri dan BPD Sulselbar melalui workshop pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan dan mempertemukan UMKM dengan lembaga keuangan.

Ketiga, penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya pada subsektor fashion melalui Lomba Desain Motif Wastra Sulawesi Selatan, Inspirational Talk bertema “Wastra Traditional Reimagined and Discover the Future of Fashion”, serta success story alumni program UMKM REWAKO.

Keempat, perluasan keuangan sosial syariah melalui Aplikasi Satu Wakaf Indonesia bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan yang mendukung program Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga melalui Pekarangan Pangan Terpadu di Desa Lamakkaraseng, Kabupaten Bone. Implementasinya dilakukan melalui booth “Wakafein” yang ditargetkan menjangkau sekitar 250 walk-in customer per hari.

Kelima, perluasan digitalisasi pembayaran melalui edukasi dan talkshow tentang QRIS TAP serta pelindungan konsumen, dorongan transaksi QRIS pada seluruh tenant UMKM, dan berbagai kompetisi dengan tema QRIS dan Cinta Bangga Paham Rupiah serta Pelindungan Konsumen, seperti Colouring Contest, QRIS Modern Dance Competition, QRIS TAP Content Competition, dan Stand Up Comedy Competition serta E-Sport Mobile Legends.

Penyelenggaraan KKS x DIGIFEST 2026 sejalan dengan potensi ekonomi kreatif yang secara nasional berkontribusi sekitar 7% terhadap perekonomian dan menyerap 18,7% tenaga kerja, dengan fashion, kuliner, dan kriya sebagai tiga subsektor pendorong utama.

Di Sulawesi Selatan, ragam wastra, fashion, aksesoris, kerajinan, dan budaya berpotensimenjadi sumber pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, hingga mendorong ekspor daerah terlebih lagi didukung peluang besar pengembangan ekonomi dan keuangan digital.

Kepala KPwBI Sulsel, Rizki E. Wimanda, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan diarahkan untuk memperkuat ekosistem UMKM daerah.

“Melalui KKS x DIGIFEST presents Wastra Heritage Market 2026, kami berharap lahir ekosistem UMKM yang semakin kuat, adaptif, berdaya saing, serta siap memasuki ekosistem ekonomi digital”. Selain itu, wastra diharapkan tidak hanya menjadi representasi kekayaan budaya Sulawesi Selatan, tetapi juga bagian dari industri kreatif yang didukung inovasi, teknologi digital, akses pembiayaan, dan perluasan pasar.

Pembukaan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, Anggota DPR RI Komisi XIII, Meity Rahmatia, Ketua DPRD Sulsel, drg. Andi Rachmatika Dewi, Ketua Harian Dekranasda Sulsel, drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) III Fuad Zaen, Ketua Ikatan Wanita Perbankan Sulawesi Selatan Josita Mayadewi Rizki, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, pimpinan Forkopimda, pimpinan perbankan, dan perwakilan pelaku usaha maupun asosiasi industri di Sulsel. (*)