#TRENDING

Prof Hambali: UMI Connection Jadi Budaya Baru Menuju Transformasi Menyeluruh 2030

Friday, 07 August 2026 | 19:51 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus mematangkan langkah transformasi menuju 2030 dengan membangun budaya kerja yang bertumpu pada kolaborasi, pelayanan, dan kebermanfaatan. Transformasi tersebut tidak hanya diarahkan pada perubahan sistem dan teknologi, tetapi juga pada perubahan cara berpikir dan budaya kerja seluruh sivitas akademika.

Hal tersebut ditegaskan Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., dalam kegiatan Dzikir, Doa, dan Silaturahim Keluarga Besar Universitas Muslim Indonesia, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus penguatan komitmen seluruh keluarga besar UMI untuk bergerak bersama mewujudkan arah pembangunan universitas menuju 2030.

PT-Vale

Dalam pidatonya, Prof. Hambali menegaskan, sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah, UMI senantiasa menempatkan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam setiap ikhtiar. Menurut dia, keberhasilan institusi tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dalam menyusun strategi, tetapi juga oleh niat yang benar, amanah, keikhlasan, dan keberkahan dalam menjalankan setiap pekerjaan.

Momentum tersebut sekaligus menjadi kelanjutan dari sejumlah agenda strategis UMI, di antaranya UMI Executive Strategic Summit (UMI ESS) 2026 yang telah menyatukan arah pembangunan UMI menuju 2030, serta rangkaian Pelatihan Kepemimpinan di Pesantren Darul Mukhlisin UMI, Padanglampe.

Kepemimpinan Berbasis Pelayanan

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Hambali mengingatkan bahwa jabatan pada hakikatnya merupakan amanah. Seorang pemimpin, menurut dia, bukanlah orang yang paling banyak memerintah, melainkan mereka yang paling banyak memberikan pelayanan. Karena itu, seluruh unit di lingkungan UMI diharapkan mampu menerjemahkan arah transformasi universitas ke dalam program dan pekerjaan yang menghasilkan dampak nyata.

Menurut Rektor, keberhasilan universitas tidak semata-mata diukur dari banyaknya rapat maupun dokumen yang dihasilkan, tetapi dari perubahan yang benar-benar dirasakan oleh mahasiswa, orang tua, masyarakat, dan mitra UMI.

Arah perubahan tersebut kemudian disatukan melalui konsep UMI Connection.

“UMI Connection bukan sekadar aplikasi. Bukan sekadar sistem informasi. Bukan pula sekadar digitalisasi. UMI Connection adalah budaya baru Universitas Muslim Indonesia,” tegas Prof. Hambali.

Budaya baru tersebut diarahkan untuk membangun pola kerja yang lebih terintegrasi, menghilangkan sekat antarsatuan kerja, serta mendorong seluruh unsur universitas bergerak dalam satu tujuan.

“Yang kita bangun adalah satu arah. Satu data. Satu gerakan. Dan satu manfaat,” demikian penegasan Rektor.

Magister Ilmu Biomedis Perkuat Pascasarjana

Pada kesempatan tersebut, Prof. Hambali juga menyampaikan kabar menggembirakan dengan diterimanya Surat Keputusan pembukaan Program Studi Magister Ilmu Biomedis Program Pascasarjana UMI.

Rektor memberikan apresiasi kepada Dekan Fakultas Kedokteran UMI beserta seluruh tim yang telah bekerja keras mempersiapkan pembukaan program studi tersebut hingga memperoleh persetujuan.

Menurut Prof Hambali, bertambahnya program studi bukan hanya berarti bertambahnya layanan akademik, tetapi juga bertambahnya tanggung jawab universitas untuk melahirkan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, serta sumber daya manusia yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap Program Studi Magister Ilmu Biomedis UMI dapat berkembang menjadi pusat pengembangan ilmu kesehatan yang unggul dan kolaboratif serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kesehatan Indonesia.

Menghargai Jejak Pengabdian

Dalam suasana penuh kekeluargaan, UMI juga memberikan penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah memasuki masa purnabakti.

Prof. Hambali menegaskan,  kebesaran sebuah universitas tidak hanya ditentukan oleh kemegahan gedung ataupun kecanggihan teknologi, tetapi terutama oleh manusia yang mengabdikan ilmu, tenaga, pikiran, dan waktunya dengan penuh keikhlasan.

“Atas nama Universitas Muslim Indonesia, saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya. Semoga setiap langkah pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” ungkapnya.

Memperkuat Budaya Qur’ani

Rektor juga menyinggung rangkaian Milad UMI yang diisi berbagai kegiatan bernuansa keislaman dan penguatan budaya Qur’ani. Kegiatan tersebut antara lain Lomba Tadarrus Al-Qur’an bagi dosen dan tenaga kependidikan, Lomba Tilawah Al-Qur’an tingkat SMA/MA se-Sulawesi Selatan, serta Lomba Pidato Islami bagi mahasiswa UMI.

Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai perlombaan, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga ruh UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah.

Prof. Hambali berharap budaya berprestasi, budaya melayani, dan budaya Qur’ani dapat terus tumbuh secara beriringan di lingkungan UMI. Sebab, universitas yang unggul tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektual, tetapi juga dari kekuatan akhlak, integritas, dan nilai-nilai Islam yang hidup dalam keseharian.

Empat Semangat Transformasi UMI 2030

Menutup pidatonya, Prof. Hambali mengajak seluruh keluarga besar UMI menjadikan dzikir sebagai penguat hati, doa sebagai penguat harapan, dan silaturahim sebagai penguat persaudaraan dalam melangkah bersama menuju Transformasi Menyeluruh UMI 2030 melalui UMI Connection.

Transformasi tersebut membawa empat semangat utama, yakni Satu Data untuk menghasilkan keputusan yang tepat, Satu Arah untuk menyatukan seluruh langkah, Satu Kecepatan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas, serta Satu Peradaban untuk memperkuat UMI sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah.

Rektor pun menitipkan pesan agar seluruh sivitas akademika tidak bekerja semata-mata untuk menjadikan UMI dikenal sebagai universitas besar, tetapi memastikan keberadaan UMI benar-benar memberikan manfaat.

“Mari kita bekerja bukan agar UMI hanya dikenal sebagai universitas yang besar. Tetapi agar UMI benar-benar dirasakan manfaatnya.”

Ia berharap setiap ikhtiar transformasi tersebut menjadikan Universitas Muslim Indonesia semakin unggul, amanah, dipercaya, serta terus memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.