#TRENDING

OJK Sulselbar Dukung Program Tiga Juta Rumah Lewat Kemudahan SLIK

Saturday, 12 September 2026 | 21:19 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mendukung program tiga juta rumah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian yang layak.

Menurut Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, dukungan penuh diberikan mengingat Makassar menjadi salah satu indikator kesuksesan program itu secara nasional.

“Kita mendukung program itu, kemudian bagaimana pelaksananya, karena Makassar juga menjadi salah satu daerah indikator untuk nasional, kita dukung,” kata Muchlasin beberapa waktu yang lalu.

PT-Vale

Sehingga, kata dia, OJK telah penyempurnaan kebijakan terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebagai salah satu bentuk dukungan. Dengan begitu, tidak ada lagi hambatan bagi masyarakat dengan nominal tunggakan tertentu untuk memperoleh akses pembiayaan.

“Untuk masalah prosesnya, SLIK sudah, ya. Kalau di bawah Rp1 juta tidak jadi lagi halangan, dan ini sudah disuarakan soal SLIK ini. Yang jelas kami mendukung selama platform-nya ada, dan ini subsidi pemerintah. Kalau platform ada tentu kita akan dukung terus,” ujar Muchlasin.

Ia menjelaskan, penyederhanaan aturan tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh pembiayaan rumah bersubsidi melalui lembaga jasa keuangan.

Meski demikian, Muchlasin menilai keberhasilan program tiga juta rumah tidak hanya bergantung pada kemudahan akses pembiayaan, tetapi juga pada kesiapan penyediaan hunian oleh pemerintah dan pengembang.

“Namun masalah berikutnya bagaimana agar ketersediaan rumah, nah ini menjadi pekerjaan rumah dari PUPR,”jelasnya.

Menurutnya, ketersediaan rumah menjadi faktor penting agar masyarakat yang telah memenuhi persyaratan pembiayaan dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak.

Ditegaskan pihaknya akan terus mendukung pelaksanaan program tiga juta rumah melalui kebijakan sektor jasa keuangan serta koordinasi dengan pemerintah dan industri perbankan, sehingga program strategis nasional tersebut dapat berjalan optimal di Sulawesi Selatan, termasuk di Kota Makassar yang menjadi salah satu daerah percontohan nasional. (*)