#TRENDING

Operasi Patuh Pallawa Dimulai, Pemkab Gowa Bidik Kesadaran Pengendara

Monday, 26 October 2026 | 23:32 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendorong peningkatan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas melalui kolaborasi bersama Polresta Gowa. Upaya ini diharapkan tidak hanya menekan angka pelanggaran, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Pallawa 2026 di Lapangan Polresta Gowa, Senin (26/10/2026).

Menurut Darmawangsyah, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas perlu menjadi kebiasaan masyarakat, bukan semata-mata karena adanya pengawasan petugas. Karena itu, pemerintah daerah siap melanjutkan kerja sama dengan kepolisian untuk mewujudkan lalu lintas yang tertib dan aman.

PT-Vale

“Dengan adanya Operasi Patuh Pallawa ini, kami berharap pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Gowa semakin menurun. Insyaallah, Pemerintah Kabupaten Gowa siap berkolaborasi secara maksimal. Kami akan terus meningkatkan kerja sama yang telah terjalin agar upaya menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas dapat berjalan lebih optimal,” sebutnya.

Darmawangsyah menilai, keberhasilan menciptakan keselamatan berkendara membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Penegakan aturan perlu berjalan beriringan dengan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya disiplin saat menggunakan jalan raya.

Operasi Patuh Pallawa 2026 sendiri berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Selama periode tersebut, kepolisian akan memprioritaskan penanganan sejumlah pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kapolresta Gowa, Kombes Pol Muhammad Yusuf Usman, menjelaskan terdapat delapan sasaran utama dalam operasi kali ini. Pelanggaran tersebut meliputi penggunaan telepon genggam saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan sabuk keselamatan atau helm berstandar SNI, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, melebihi batas kecepatan, serta kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas atau overload.

“Pertambahan jumlah penduduk berdampak pada meningkatnya kepemilikan kendaraan sehingga perlu diimbangi dengan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Delapan fokus telah kita tentukan dan menjadi sasaran prioritas,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan operasi tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengutamakan langkah pencegahan dan pendekatan humanis. Personel di lapangan diminta memberikan edukasi secara ramah dan simpatik, tanpa mengabaikan ketegasan dalam menegakkan aturan.

Kepolisian juga telah memetakan sejumlah titik rawan pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Gowa untuk menjadi sasaran edukasi kepada masyarakat.

“Titik-titik rawan pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Gowa telah dipetakan untuk menjadi sasaran edukasi kepada masyarakat. Yang terpenting kami minta personel menjalankan melalui langkah preventif dengan tetap mengedepankan ketegasan dan pendekatan humanis,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat, Pemkab Gowa berharap Operasi Patuh Pallawa 2026 dapat mendorong perubahan perilaku pengendara sehingga keselamatan dan ketertiban berlalu lintas semakin terjaga. (*)