Gema Wahyu di Butta Salewangang, Ribuan Kafilah Mulai Padati Maros untuk MTQ Sulsel ke-XXXIV

Friday, 10 April 2026 | 15:18 Wita - Editor: Agung Eka -

MAROS, GOSULSEL.COM – Kabupaten Maros mulai bersolek dan dipenuhi nuansa spiritual. Tepat pada Jumat, 10 April 2026, gelombang pertama pejuang syiar Al-Qur’an dari berbagai pelosok Sulawesi Selatan mulai mengalir masuk ke jantung kota “Butta Salewangang”. 

Suasana haru dan hangat menyelimuti Baruga B Kantor Bupati Maros saat kontingen dari Kabupaten Luwu Timur menjadi kafilah pertama yang menginjakkan kaki. Mereka disambut langsung dengan senyum bangga oleh Ketua Panitia MTQ, Muetazim Mansyur.

Tak tanggung-tanggung, rombongan dari Bumi Batara Guru ini datang dengan kekuatan penuh. Sekitar 500 orang yang terdiri dari peserta, pendamping, hingga suporter setia hadir untuk memberikan dukungan moral.

PT-Vale

“Alhamdulillah, kontingen pertama yang datang adalah Kabupaten Luwu Timur. Ini adalah awal yang baik untuk keramaian religius kita selama beberapa hari ke depan,” ujar Muetazim Mansyur yang juga wakil Bupati Maros.

Salah satu hal yang paling menyentuh dari MTQ kali ini adalah keterlibatan langsung masyarakat. Panitia tidak hanya menyiapkan gedung, tapi membuka pintu-pintu rumah warga bagi para tamu Allah.

184 rumah warga disulap menjadi penginapan hangat dan tersebar di 6 kecamatan strategis yakni Turikale, Lau, Bantimurung, Mandai, Maros Baru, dan Marusu.

Muetazim memperkirakan lebih dari 1.024 peserta dari 24 kabupaten/kota akan memenuhi Maros, menjadikan setiap sudut kota terasa hidup dengan lantunan ayat suci.

Puncaknya, Lapangan Pallantikang akan menjadi saksi kemegahan pada Minggu malam, 12 April 2026. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dijadwalkan membuka secara resmi perhelatan akbar ini.

Panitia menjanjikan tontonan yang tak hanya religius, tapi juga inklusif dan memukau: Bintang Tamu sang maestro religi, Haddad Alwy. Penampilan orkestra santri Al-Ikhlas dan Paduan Suara Lintas Agama yang melambangkan toleransi tinggi di Sulsel. Tari kolosal yang akan menggambarkan kejayaan peradaban Islam dan kearifan lokal.

Perlombaan sesungguhnya akan dimulai pada 13 April. Sebanyak 8 cabang utama dengan 23 golongan akan dipertandingkan, mulai dari keindahan suara dalam Tilawah hingga ketajaman berpikir dalam Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. Sepuluh majelis telah disiapkan, termasuk di Masjid Al-Markaz yang ikonik hingga Aula Kecamatan Lau.

Tak hanya soal lomba, sepanjang jalan Boulevard akan berubah menjadi pusat ekonomi kreatif. Sebanyak 150 tenant UMKM siap memamerkan potensi daerah masing-masing. Ini adalah ajang bagi para kafilah dan pengunjung untuk mencicipi kekayaan kuliner dan kerajinan khas Sulawesi Selatan. (*)


Tags: