Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri kegiatan “Dialog Bersama Perempuan Inspiratif” yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gowa di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (24/04/2026)

Semangat Kartini di Gowa: Bupati Ajak Perempuan Lebih Berdaya dan Berani Memimpin

Friday, 24 April 2026 | 22:41 Wita - Editor: A Nita Purnama -

GOWA, GOSULSEL.COM — Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kabupaten Gowa dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan daerah. Hal ini disampaikan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri kegiatan “Dialog Bersama Perempuan Inspiratif” yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gowa di Hotel Aryaduta Makassar, Jumat (24/04/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya menghidupkan semangat perjuangan R.A. Kartini melalui tindakan nyata, khususnya dalam memperkuat posisi perempuan di berbagai sektor pembangunan.

“Semangat Kartini harus dihidupkan dalam tindakan nyata, khususnya dalam mendorong perempuan agar lebih berdaya dan berkontribusi dalam pembangunan. Hari ini, kita tidak sekadar memperingati tanggal lahir seorang tokoh besar bangsa. Kita sedang menyalakan kembali api perjuangan, api keberanian, api keteguhan, dan api harapan,” ungkapnya.

PT-Vale

Ia menjelaskan, perjuangan Kartini lahir dari berbagai keterbatasan, termasuk tekanan budaya dan minimnya ruang bagi perempuan untuk bersuara. Namun, dari kondisi tersebut justru muncul gagasan besar tentang kesetaraan dan kepemimpinan perempuan.

“Dari keterbatasan itu tumbuh keberanian untuk berkata, perempuan harus bangkit, perempuan harus berpikir, dan perempuan harus memimpin,” tambahnya.

Bupati Talenrang juga mengakui bahwa menjadi perempuan, terlebih sebagai pemimpin, bukanlah hal mudah. Ia menyebut berbagai tantangan kerap dihadapi, mulai dari opini publik hingga tudingan yang tidak berdasar.

“Saya berdiri di sini bukan tanpa ujian, saya merasakan bagaimana kerasnya badai dan tajamnya penilaian. Namun kita tidak boleh kalah oleh isu, tidak boleh runtuh oleh fitnah, dan tidak boleh berhenti hanya karena tekanan,” lanjutnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya tetap fokus pada kerja nyata dan kepentingan masyarakat, serta tidak terpengaruh hal-hal yang dapat melemahkan semangat.

“Pemerintahan membutuhkan kerja nyata, dan fokus pada kepentingan rakyat. Mari kita buktikan bahwa perempuan bisa memimpin dengan integritas, bertahan dalam tekanan, dan membawa perubahan nyata,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati perempuan pertama di Gowa ini mengajak seluruh perempuan untuk memperkuat nilai dan prinsip dalam menjalani kehidupan, serta tidak mudah goyah oleh opini yang tidak benar.

“Jadilah perempuan yang kuat dalam nilai, teguh dalam prinsip, dan tidak mudah goyah oleh opini yang tidak benar. Perempuan yang kuat bukanlah yang tidak pernah jatuh, tetapi yang mampu bangkit setiap kali dijatuhkan,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini tahun ini mengusung tema “Bangkit dari Keterpurukan untuk Ketahanan Keluarga”.

Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengenang perjuangan Kartini sekaligus membuka ruang dialog bagi perempuan dalam menyampaikan aspirasi, serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Gowa sebagai daerah ramah perempuan dan anak.

“Kita ingin menguatkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Gowa sebagai Kabupaten Ramah Perempuan dan Anak. Sehingga perayaan tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, namun diisi dengan sosialisasi peningkatan kualitas keluarga serta dialog publik bersama perempuan inspiratif,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, salah satu narasumber, Tia, seorang ibu rumah tangga sekaligus pelaku usaha kecil dan penyintas kekerasan dalam rumah tangga, turut berbagi kisah perjuangannya bangkit dari masa sulit.

Ia mengajak perempuan untuk lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, khususnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Pesan saya kita sebagai perempuan jangan hanya mau tinggal di rumah, perempuan harus berdaya dan bangkit. Kita jangan bergantung terhadap laki-laki apalagi kita sebagai ibu yang memiliki tanggungjawab juga terhadap anak,” pesannya.

Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari pimpinan SKPD perempuan, perwakilan Dharma Wanita Persatuan, organisasi perempuan se-Kabupaten Gowa, serta pengurus TP PKK tingkat kabupaten dan kecamatan. (*)