Pemkab Gowa Dukung BPS Gagas Desa Cantik, Tingkatkan Kualitas Data dan Pembangunan

Thursday, 30 April 2026 | 22:35 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyatakan komitmennya dalam mendukung penguatan perencanaan pembangunan berbasis data hingga ke tingkat desa. Hal ini diwujudkan melalui dukungan terhadap program Desa Cantik (Cinta Statistik) yang digagas Badan Pusat Statistik (BPS).

Dukungan tersebut ditunjukkan dengan keterlibatan aktif Pemkab Gowa dalam sosialisasi sekaligus pencanangan program Desa Cantik yang dirangkaikan dengan persiapan Sensus Ekonomi 2026. Kegiatan ini digelar di Aula Kantor Camat Bontomarannu, Kamis (30/04/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, menegaskan bahwa data memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan. Tanpa data yang akurat, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran.

PT-Vale

“Program Desa Cantik ini hadir bukan sekadar seremonial, melainkan upaya strategis untuk memberikan pemahaman pentingnya data statistik sektoral di tingkat desa, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan data,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemkab Gowa menyadari bahwa kualitas data menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan yang efektif. Melalui program ini, desa diharapkan mampu mengelola data secara mandiri sehingga perencanaan pembangunan dapat dimulai dari basis data yang kuat.

Selain itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga dinilai penting untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi perekonomian daerah serta memastikan kesiapan semua pihak.

“Ini akan menjadi potret menyeluruh perekonomian kita. Sehingga dukungan kepala desa, lurah, dan agen statistik di Kecamatan Bontomarannu sangat dibutuhkan agar seluruh pelaku ekonomi dapat terdata secara jujur dan akurat,” harap Andy Azis.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gowa, Joko Siswanto, menilai program Desa Cantik sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola data di desa.

“Melalui pembinaan Desa Cantik, kami mendorong peningkatan kapabilitas statistik desa agar data yang dihasilkan semakin berkualitas dan dapat digunakan sebagai dasar utama dalam pengambilan keputusan pembangunan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pengelolaan data yang baik akan berdampak langsung pada kualitas kebijakan pembangunan.

“Ketika data desa dikelola dengan baik, maka keputusan yang diambil akan lebih tepat sasaran. Inilah yang menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan dari desa untuk pertumbuhan ekonomi dan pemerataan,” lanjutnya.

Menurutnya, program ini juga mendukung agenda nasional dalam memperkuat pembangunan berbasis desa dan integrasi data.

“Kami berharap kolaborasi antara BPS, pemerintah daerah, dan pemerintah desa terus diperkuat, sehingga Desa Cantik tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi gerakan bersama dalam membangun budaya sadar data di masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) turut dilibatkan, di antaranya Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gowa.

Adapun desa yang menjadi sasaran program ini meliputi Desa Sokkolia, Desa Nirannuang, dan Desa Bili-Bili yang berada di Kecamatan Bontomarannu.

Kegiatan pencanangan ini juga dihadiri oleh Kepala Diskominfo-SP Kabupaten Gowa Emy Pratiwi Hosen, Camat Bontomarannu Ilham Halim, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Gowa. (*)