#TRENDING
Petugas kebersihan bersama armada sampah BRI Peduli mengangkut sampah warga di Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan/GOSULSEL

Pinrang Makin Bersih, Tumpukan Sampah Warga Kini Tinggal Cerita

Sunday, 28 June 2026 | 19:52 Wita - Editor: Agung Eka -

PINRANG, GOSULSEL.COM – Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan khususnya di ibukota, Watang Sawitto pernah dilanda masalah lingkungan. Tumpukan sampah mudah dijumpai di beberapa sudut kota.

Di Jalan Cumi-Cumi, Kelurahan Penrang, misalnya. Sampah masih dapat dilihat di depan rumah warga, tidak ada yang mengangkutnya.

Menurut salah satu warga, Faisal (42), tumpukan sampah bisa bertahan seharian di depan rumahnya. Padahal, limbah rumah tangga tersebut telah dipilah untuk mengurangi beban kerja petugas kebersihan.

PT-Vale

“Kalau dulu sore pas pulang kerja ternyata masih ada. Kadang agak kesal,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Kadang, dia merasa kesal. Namun di sisi lain, Faisal juga baru tahu jika jumlah armada sampah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang masih minim.

“Pernah tanya ke petugasnya. Kalau ternyata armada tidak banyak, jadi sulit untuk angkut dalam satu hari,” jelas Faisal.

Kondisi itu berlangsung sedari dua tahun lalu. Di awal 2026, armada sampah dari Pemkab Pinrang mulai bertambah, salah satunya berkat bantuan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Tumpukan sampah kini mulai berkurang. Armada bertuliskan BRI Peduli sejak pagi sudah datang di Kelurahan Penrang. Faisal tidak melihat lagi sampahnya masih ada saat sore hari.

“Sudah mulai bagus sekarang, sampah di rumah lain juga sudah diangkat tiap hari,” tutupnya.

Ramdhan (45) juga dulunya merasa resah lantaran sampah miliknya tidak diambil seharian. Terlebih jika di rumahnya mengadakan sebua acara, sampah yang ada semakin menumpuk.

“Pernah acara arisan di rumah, sampahnya kan banyak. Masa sampah yang kemarin belum diambil, terus ada lagi sampah baru ini tidak diangkat juga,” keluhnya.

Menurut pengalaman Ramdhan, sampah bisa menumpuk selama dua hari. Dia mengaku merasa risih dengan kondisi tersebut.

Bukannya tidak mau mengangkat langsung sampah itu ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS), namun dia melihat kerja-kerja kebersihan sudah seharusnya dijalankan oleh pemerintah.

“Kalau kita yang angkat sendiri, jadi percuma dong ada petugas kebersihan,” ujar Ramdhan.

Pelan-pelan, Ramdhan juga merasakan masalah tumpukan sampah mulai hilang. Hal tersebut terlihat ketika armada dari BRI dan petugas kebersihan sudah rajin datang saat dirinya berangkat kerja.

“Semoga tetap konsisten ini, kita tidak mau ada tumpukan sampah sampai berhari-hari,” tutupnya.

Kehadiran armada sampah baru dari BRI telah membawa angin segar untuk menyelesaikan masalah sampah di Watang Sawitto. Sampah rumah tangga mulai rutin diangkut di pagi hari.

Armada sampah dari BRI didatangkan langsung sebanyak tiga unit. Serah terima dilakukan oleh Kepala Cabang BRI Pinrang, Agus Setiyono, kepada Bupati Pinrang, Irwan Hamid, di Halaman Kantor Bupati Pinrang pada 11 November 2025 lalu.

Melalui program CSR BRI Peduli, bank terbesar di Indonesia itu berkomitmen menjalankan bisnis berkelanjutan dengan ambil bagian dalam menjaga lingkungan di Kabupaten Pinrang.

Kepala Cabang BRI Pinrang, Agus Setiyono menyerahkan tiga unit armada sampah BRI Peduli kepada Bupati Pinrang, Irwan Hamid, di Halaman Kantor Bupati Pinrang pada 11 November 2025 lalu/IST

Bupati Pinrang, Irwan Hamid mengapresiasi atas dukungan BRI melalui program CSR, yang menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Irwan menegaskan, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.

Dukungan dari pihak eksternal, termasuk BUMN seperti BRI, disebutkannya sebagai wujud nyata sinergi dalam menjaga lingkungan.

“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap armada pengangkut sampah dapat menjangkau lebih banyak lokasi, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini sulit dilalui kendaraan besar,” kata Irwan.

Dia juga berpesan kepada perangkat daerah terkait untuk memanfaatkan dan merawat armada tersebut dengan baik agar dapat digunakan secara maksimal dan berkelanjutan.

“Bantuan ini bukan sekadar sarana kerja, melainkan juga simbol kebersamaan kita dalam menjaga Pinrang agar tetap bersih dan asri untuk generasi mendatang,” katanya.

Berkat armada baru, petugas kebersihan juga dimudahkan mengangkut sampah warga Watang Sawitto.

Dia bisa mengangkut 700 kilogram sampah rumah tangga dalam sekali jalan dengan menggunakan armada dari BRI tersebut. Namun untuk membersihkan Kelurahan Penrang, setidaknya petugas harus empat kali keliling.

“Tergantung banyaknya sampah. Kalau biasa ada acara, bisa enam kali pulang pergi baru selesai,” ujarnya Lutfi, salah satu petugas kebersihan.

Selain itu, performa mesinnya prima. Sejauh ini tidak ada kendala selama beroperasi, konsumsi bahan bakar juga efisien sehingga dapat menekan biaya operasional untuk penghematan anggaran daerah.

“Jadinya kita cepat juga angkut sampah warga,” lanjutnya.

Padahal, sebelum kedatangan armada tersebut, para petugas kebersian harus pikir keras mengatur jadwal penangkutan sampah. Sebab, armada yang ada terbatas.

Kekurangan armada pun berimbas pada penumpukan sampah dalam jangka waktu lama. Sampah yang ada biasanya baru diangkat lebih dari satu hari.

“Tapi kita maksimalkan bisa terangkat semua di hari itu juga namun itu tadi, harus beberapa kali pulang balik,” jelas Lutfi.

BRI pun menegaskan komitmennya untuk terus memberikan aksi nyata lewat program CSR. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi untuk menjalankan bisnis berkelanjutan.

Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 15 Makassar, D Argo Prabowo menyampaikan bahwa CSR BRI Peduli akan menyentuh permasalahan di sektor esensial seperti lingkungan. Bantuan armada sampah pun menjadi salah salah bukti untuk menjaga kebersihan Pinrang.

“Kami percaya bahwa bisnis yang berkelanjutan harus berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” tutup Argo. (*)