#TRENDING

Pemkab Gowa Perkuat Budaya Integritas, Dorong Pencegahan Korupsi Sejak Dini

Tuesday, 30 June 2026 | 23:58 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus memperkuat langkah pencegahan korupsi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Sosialisasi Anti Korupsi bertema “Membangun Kesadaran Integritas untuk Mewujudkan Organisasi yang Berdaya Cegah Korupsi” yang diselenggarakan Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa di Hotel Horison Ultima Makassar, Selasa (30/06/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Gowa dalam membangun budaya integritas di lingkungan pemerintahan sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya pencegahan korupsi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas tata kelola pemerintahan yang baik.

PT-Vale

“Korupsi merupakan salah satu ancaman terbesar bagi pembangunan. Karena itu, yang paling utama adalah membangun fondasi moral dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Korupsi adalah penyakit birokrasi yang paling merusak. Tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga merampas hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik yang prima,” ujar Sekda Gowa saat membuka kegiatan tersebut.

Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam upaya pemberantasan korupsi karena dinilai lebih efektif dibandingkan penindakan setelah terjadinya pelanggaran.

“Strategi utama Pemerintah Kabupaten Gowa adalah mendahulukan pencegahan korupsi. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kita harus menutup rapat setiap celah rawan korupsi, terutama pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Andy Azis menjelaskan bahwa sejumlah sektor yang memiliki risiko tinggi terhadap praktik korupsi, seperti pelayanan perizinan, pengelolaan dana desa, dan penyaluran bantuan sosial, memerlukan perhatian khusus. Selain perbaikan sistem kerja, penguatan integritas aparatur juga menjadi faktor penting dalam menciptakan pemerintahan yang bersih.

“Perbaikan sistem di sektor-sektor rawan ini wajib berjalan beriringan dengan penguatan benteng integritas di dalam diri kita masing-masing. Dengan integritas yang kuat, kita dapat membangun organisasi yang mampu mencegah korupsi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Gowa berharap seluruh aparatur semakin memahami pentingnya menjadikan integritas sebagai budaya kerja yang diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya pemerintahan yang profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Sementara itu, Inspektur Daerah Kabupaten Gowa, Syahrul Syahrir, menyampaikan bahwa sosialisasi anti korupsi ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat budaya integritas sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan pengetahuan, tetapi juga mampu memperkuat komitmen dan budaya integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga upaya pencegahan korupsi dapat diwujudkan secara nyata dan berkelanjutan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gowa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai nilai-nilai integritas dan prinsip-prinsip anti korupsi, menumbuhkan komitmen untuk menerapkan budaya kerja yang jujur, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab, serta memperkuat kemampuan dalam mengenali bentuk, modus, dan risiko tindak pidana korupsi.

Selain itu, sosialisasi ini juga diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan kerja yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah.

“Kegiatan ini juga untuk mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan serta penguatan budaya anti korupsi dalam rangka meningkatkan nilai Survei Penilaian Integritas serta membangun peran aktif seluruh peserta sebagai agen perubahan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa,” jelasnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan, hingga unsur DPRD, pengadilan, kejaksaan, kepolisian, jurnalis, lembaga swadaya masyarakat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta tim Survei Penilaian Integritas (SPI) dan Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan terkait penguatan sistem pencegahan korupsi melalui Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG), kebijakan dan strategi nasional pencegahan korupsi, pembangunan integritas sebagai budaya organisasi, serta penguatan sistem pengaduan publik melalui SPAN-LAPOR!.

“Seluruh peserta akan dibekali materi penguatan sistem pencegahan korupsi (UPG), kebijakan dan strategi nasional pencegahan korupsi, membangun integritas sebagai budaya organisasi dan penguatan sistem pencegahan korupsi (SPAN-LAPOR!),” tambahnya. (*)