#TRENDING
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, saat membuka secara resmi kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Gowa yang berlangsung di Rumah Sekolah Cendekia, Kompleks Aroepala Residence, Jalan Bontotangnga, Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Minggu (05/07/2026)

TPN XIII Gowa Jadi Ruang Kolaborasi Guru, Wabup Dorong Lahirnya Inovasi Pendidikan Berkualitas

Sunday, 05 July 2026 | 23:46 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, membuka secara resmi kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Kabupaten Gowa yang berlangsung di Rumah Sekolah Cendekia, Kompleks Aroepala Residence, Jalan Bontotangnga, Paccinongang, Kecamatan Somba Opu, Minggu (05/07/2026).

Kegiatan yang mempertemukan para pendidik dari berbagai sekolah tersebut menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas guru, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini.

Dalam sambutannya, Darmawangsyah Muin menegaskan bahwa pendidikan memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, investasi di sektor pendidikan merupakan langkah penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.

PT-Vale

Ia menjelaskan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan yang baik. Salah satu indikator yang mencerminkan keberhasilan pembangunan tersebut adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mengukur kualitas hidup masyarakat dari aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup.

Darmawangsyah menyampaikan rasa syukurnya karena capaian IPM Kabupaten Gowa terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dalam membangun daerah.

“Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam melahirkan generasi yang mampu membawa Kabupaten Gowa semakin maju,” ujar Darmawangsyah.

Pada kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Temu Pendidik Nusantara XIII yang dinilai mampu menjadi ruang belajar bersama bagi para guru untuk bertukar pengalaman dan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif.

Pemerintah Kabupaten Gowa, lanjutnya, berharap kegiatan semacam ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, komunitas pendidikan, serta berbagai pihak terkait dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.

“Melalui forum seperti ini diharapkan lahir berbagai inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN), Ari Wibowo Shinoda, menegaskan bahwa Temu Pendidik Nusantara bukan hanya sekadar ajang pertemuan para guru, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk mencari solusi atas berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi di daerah.

Menurut Ari, KGBN hadir sebagai komunitas yang mendukung para pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring kerja sama, serta meningkatkan kapasitas profesional dengan berlandaskan semangat Kemerdekaan Belajar.

“Kami percaya perubahan pendidikan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara guru, sekolah, pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Temu Pendidik Nusantara menjadi ruang untuk saling menguatkan dan menghadirkan praktik-praktik pembelajaran yang berdampak bagi peserta didik,” ujar Ari.

Ia mengungkapkan bahwa jaringan KGBN saat ini telah berkembang dan tersebar di 20 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Keberadaan jaringan tersebut dinilai menjadi kekuatan penting dalam mempercepat penyebaran inovasi pembelajaran sekaligus memperkuat budaya belajar dan berbagi antarguru.

Melalui pelaksanaan TPN XIII di Kabupaten Gowa, Ari berharap kolaborasi yang terjalin dapat menghasilkan berbagai terobosan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan zaman serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah.

Setelah menyampaikan sambutannya, Ari Wibowo Shinoda melanjutkan kegiatan dengan orasi pendidikan di hadapan peserta. Dalam orasi tersebut, ia mengajak para pendidik untuk terus belajar sepanjang hayat, memperkuat semangat kolaborasi, serta menghadirkan proses pembelajaran yang berfokus pada kebutuhan murid sebagai fondasi dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul. (*)