#TRENDING

Syafruddin Mualla Nilai Investasi, Industrialisasi, dan Kewirausahaan Jadi Kunci Kemajuan Daerah

Wednesday, 08 July 2026 | 20:12 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

JAKARTA, GOSULSEL.COM – Pengusaha dan organisator asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Syafruddin Mualla menilai bahwa investasi, industrialisasi, dan kewirausahaan merupakan tiga faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, pengembangan potensi daerah perlu didukung oleh investasi yang berkelanjutan, pembangunan industri, serta lahirnya lebih banyak pelaku usaha agar mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja.

Syafruddin Mualla merupakan pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Mualla Group, kelompok perusahaan yang bergerak di sejumlah sektor strategis, antara lain industri penerbangan, konstruksi, properti, investasi, perdagangan umum, media, perjalanan wisata dan ibadah, serta pengembangan proyek strategis. Berbasis aktivitas di Jakarta, ia juga aktif dalam berbagai organisasi dunia usaha di tingkat nasional, provinsi, dan daerah.

Menurut Syafruddin, banyak daerah di Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang besar, tetapi belum sepenuhnya memberikan manfaat ekonomi yang optimal karena masih terbatasnya kegiatan pengolahan di daerah.

PT-Vale

“Potensi daerah perlu diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Melalui investasi dan industrialisasi, daerah dapat meningkatkan daya saing, membuka lapangan kerja, dan memperkuat perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Selain menjalankan aktivitas bisnis, Syafruddin juga aktif dalam berbagai organisasi dunia usaha. Sepanjang kiprah organisasinya, ia pernah dan saat ini ia dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis, di antaranya: Deputi Komite Timur Tengah dan OKI KADIN Indonesia, Wakil Ketua Umum Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) Pusat, Ketua Bidang kerjasama daerah & Lembaga DPP Asosiasi Usaha Menengah Indonesia (AUMI), Ketua Bidang Ekonomi dan Bisnis DPP Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI), Wakil Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan, Ketua Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Daerah DPP APINDO Sulawesi Selatan, Ketua Bidang Kerja Sama Kementerian/Lembaga GAPENSI Sulawesi Selatan, Wakil Bendahara Umum DPD Realestat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, Ketua Departemen ESDAMIK (ESDM & Kemaritiman) MPW Ikatan Saudagar Muslim Se- Indonesia (ISMI) Sulawesi Selatan, Ketua Caretaker KADIN Kabupaten Bulukumba, Ketua Umum Forum Komunikasi Pengusaha Bulukumba (FKPB), serta Ketua Umum Koperasi SAPUHI Mekar Sukses.

Dalam beberapa tahun terakhir, Syafruddin juga memperkenalkan sejumlah gagasan pembangunan ekonomi yang berfokus pada investasi dan pengembangan industri daerah. Di antaranya Program 1.000 Pengusaha Baru Bulukumba, Bulukumba Agro Estate, Bulukumba Maritime Estate, BELMAR PARK (Bulukumba Energy, Logistics and Maritime Park), One Village One Industry (OVOI), Gerakan Hilirisasi Industri Daerah, Gerakan Investasi Daerah, Penguatan Ekosistem UMKM dan Industri Lokal, serta gagasan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bulukumba.

Ia menilai Kabupaten Bulukumba memiliki potensi di sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, peternakan, pariwisata, industri maritim, dan ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, investor, akademisi, lembaga keuangan, dan masyarakat.

Syafruddin mengatakan pembangunan ekonomi daerah memerlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar investasi yang masuk dapat mendorong tumbuhnya industri, berkembangnya UMKM, serta terciptanya kesempatan kerja yang lebih luas.

Ke depan, melalui Mualla Group dan berbagai organisasi yang diikutinya, Syafruddin menyatakan akan terus mendorong penguatan ekosistem investasi, industrialisasi, hilirisasi, dan kewirausahaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing daerah, khususnya di Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur.

Bagi Syafruddin Mualla, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana investasi tersebut mampu menghasilkan nilai tambah, memperkuat industri lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Membangun Daerah Melalui Investasi, Industrialisasi, dan Kewirausahaan,” merupakan filosofi yang menjadi landasan Syafruddin Mualla dalam menjalankan aktivitas bisnis, organisasi,serta berbagai gagasan pembangunan ekonomi. (*)