#TRENDING

Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku Kantongi Laba Bersih Rp 1,23 Triliun di Semester I 2026, Naik 36,5%

Saturday, 01 August 2026 | 12:52 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah (Kanwil) VI SulSelBarRa Maluku, mencatatkan kinerja keuangan cemerlang sepanjang Semester I 2026.

Dari laporan yang diterima, Pegadaian (Persero) Kanwil VI SulSelBarRa Maluku mengantongi laba bersih mencapai Rp1,23 triliun per 30 Juni 2026 atau bertumbuh 36,52% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu, Outstanding Loan juga naik 53,16% (yoy) pada angka Rp17,386 triliun. Ini membuktikan tingginya kepercayaan masyarakat serta agresivitas penyaluran pembiayaan di wilayah SulSelBarRa Maluku.

PT-Vale

Dari aspek kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) level sangat rendah, yakni 0,88%.

Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku, Pratikno, mengucap syukur atas pencapaian ini dan optimis tren pertumbuhan positif ini dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun.

“Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian. Kami berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat,” ucapnya, Jumat (31/7/2026).
Pratikno menegaskan, inovasi produk dan peningkatan kualitas layanan bagi nasabah akan terus dilakukan. Ini juga sekaligus menjadi komitmen Pegadaian untuk terus bertransformasi untuk menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat.

“Dengan hadirnya Layanan Bank Emas, serta aplikasi Tring!, harapannya mampu mempermudah masyarakat dalam berinvestasi bersama Pegadaian,” lanjutnya.

Pencapaian ini juga mendongkrak laba bersih PT Pegadaian secara keseluruhan. Di mana membukukan sebesar Rp 6,59 Triliun, tumbuh 84,4% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp 3,58 Triliun.

Selain itu, akselerasi performa gemilang ini juga tercermin dari realisasi total aset yang kini mencapai Rp 186,33 Triliun, atau meningkat 53,9% dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 121,1 Triliun.

Pertumbuhan aset ini turut ditopang kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp 155,1 Triliun, naik 52,7% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp 101,5 Triliun.

Pencapaian impresif ini berjalan beriringan dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan pruden. Hal ini dibuktikan dengan penurunan rasio NPL secara signifikan dari 0,81% pada periode 30 Juni 2025 menjadi 0,71% pada 30 Juni 2026.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas pencapaian ini.

“Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada Nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, untuk MengEMASkan Indonesia,” ujar Damar.

Pegadaian saat ini menghadirkan portofolio produk Layanan Bank Emas (Bullion  Services) terlengkap di tanah air, meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi, dan Perdagangan Emas. Pegadaian dinilai memiliki kesiapan infrastruktur yang paling mumpuni untuk mengoperasikan sistem Bank Emas ini.

Selain fakta bahwa 90% agunan gadai di Pegadaian berupa emas, perusahaan juga memiliki jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbaik di Indonesia.

“Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling diminati masyarakat.

Dengan hadirnya layanan Bank Emas yang juga terintegrasi dengan Tring!, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap roda perekonomian nasional. Bersama Danantara, kami optimis untuk mewujudkan misi jangka panjang untuk MengEMASkan Indonesia,” tutup Damar. (*)