#TRENDING

Sekda Gowa Dorong TPID Bergerak Cepat, Empat Strategi Pengendalian Inflasi Jadi Fokus

Wednesday, 05 August 2026 | 16:42 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Gowa memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan mendorong seluruh anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bekerja lebih efektif dan menghasilkan aksi nyata di lapangan. Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, saat membuka Rapat Koordinasi TPID di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Rabu (05/08/2026).

Dalam arahannya, Andy Azis menilai pengendalian inflasi tidak bisa hanya mengandalkan forum rapat. Menurutnya, seluruh instansi yang tergabung dalam TPID harus mampu menerjemahkan hasil koordinasi menjadi langkah konkret agar gejolak harga kebutuhan pokok dapat dicegah sejak dini.

“Pengendalian inflasi bukan sekadar agenda rapat atau kegiatan seremonial, yang kita harapkan adalah adanya progres nyata di lapangan. Jika inflasi tidak mampu kita kendalikan, maka masyarakat akan merasakan dampaknya secara langsung melalui meningkatnya harga kebutuhan pokok,” sebutnya.

PT-Vale

Ia juga menginginkan rapat koordinasi berikutnya dihadiri para pejabat yang memiliki kewenangan mengambil keputusan. Dengan begitu, setiap kebijakan yang disepakati dapat segera dijalankan tanpa harus melalui proses yang berlarut-larut.

Pada forum tersebut, Sekda Gowa memaparkan empat aspek yang harus menjadi perhatian utama TPID dalam menjaga stabilitas inflasi daerah.

Prioritas pertama adalah menjamin ketersediaan pasokan kebutuhan masyarakat. Untuk itu, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog, serta instansi terkait diminta terus memantau kondisi stok sekaligus menyampaikan laporan rutin setiap bulan kepada Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah.

Langkah berikutnya ialah menjaga harga tetap terkendali melalui pemantauan intensif di pasar. Dinas Perdagangan dan Perindustrian bersama Satuan Polisi Pamong Praja diharapkan aktif mengawasi perkembangan harga agar masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

Aspek ketiga menyangkut kelancaran distribusi barang. Andy Azis meminta seluruh pihak mengantisipasi berbagai hambatan yang dapat mengganggu pasokan, terutama ketika memasuki musim hujan yang berpotensi menghambat jalur distribusi.

Sementara itu, strategi keempat difokuskan pada penguatan komunikasi antaranggota TPID. Bagian Perekonomian dan Administrasi Pembangunan bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian diminta memperkuat koordinasi agar informasi terkait perkembangan inflasi dapat tersampaikan secara cepat dan tepat.

Selain itu, Bagian Perekonomian dan Administrasi Pembangunan sebagai pengelola dashboard inflasi daerah diminta lebih proaktif membagikan perkembangan data kepada seluruh anggota TPID. Menurutnya, ketersediaan data yang akurat akan mempermudah pemerintah menentukan langkah pengendalian yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kita berharap rapat koordinasi ini menghasilkan tindak lanjut yang nyata. Setiap perangkat daerah harus menjalankan perannya masing-masing sehingga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kabupaten Gowa tetap terjaga,” harapanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Gowa, Al Ashar, menjelaskan bahwa pelaksanaan rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengenai pengendalian inflasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gowa dalam melaksanakan sembilan langkah konkret pengendalian inflasi sebagaimana diamanatkan dalam Surat Gubernur Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap kolaborasi antarperangkat daerah, instansi vertikal, Bulog, dan seluruh anggota TPID semakin solid sehingga upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat dapat terlaksana secara konsisten. (*)