UMI Kumpulkan Kampus Swasta se-Sulsel, Bahas Program Strategis Jelang Rakernas APTISI 2026
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengumpulkan seluruh pimpinan perguruan tinggi swasta se-Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam rangka sarasehan konsolidasi APTISI Wilayah IX-A di Auditorium Al-Jibra, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (5/8/2026).
APTISI atau Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta merupakan sebuah organisasi profesi yang mewadahi seluruh kampus swasta.
Di Sulsel, UMI sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta dengan akreditasi unggul didapuk menggelar agenda ini menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APTISI pada akhir Agustus 2026 nanti.
Hadir Ketua APTISI Prof Budi Djatmiko, Ketua LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Andi Lukman, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof Mansyur Ramli, Ketua Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar, dan pejabat UMI lainnya.
Rektor UMI, Prof Hambali Thalib menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pengurus pusat APTISI untuk menggelar sarasehan tersebut.
“Ternyata, apa yang kita saksikan secara bersama pada hari ini, alhamdulillah, mudah-mudahan berjalan lancar dan sesuai dengan amanah yang kita harapkan bersama,” ujarnya.
Melalui sarasehan ini, Prof Hambali mengajak pimpinan perguruan tinggi swasta yang hadir untuk ikut berbagi informasi dan merancang program keberlanjutan untuk APTISI.
Di bawah nahkoda Prof Budi Djatmiko, ia menegaskan program yang akan dilaksanakan relevan dengan kondisi akademik saat ini.
“Tantangan ke depan bagi APTISI tentu mengalami dinamika pada setiap eranya sesuai dengan tuntutan zaman,” ucapnya.
Apalagi di masa berakhirnya pengurus APTISI Wilayah IX-A Sulawesi Selatan, dia berharap sarasehan ini menjadi momentum untuk merembuk program ke depan.
“Tentu kita berharap momen ini paling tidak akan menjadi ruang dan kesempatan bagi seluruh pengurus APTISI Wilayah IX dan seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk mendapatkan informasi secara langsung dari Bapak Ketua Pengurus Pusat APTISI, Prof Budi Djatmiko,” harapnya.
Sementara itu, Ketua APTISI, Prof Budi Djatmiko menyatakan bahwa terdapat program yang akan diusung melalui Rakornas nanti.
Di forum sarasehan ini, menurutnya, menjadi momen yang tepat untuk memberikan gambaran program, seperti standarisasi pemimpin perguruan tinggi swasta.
“Insya Allah kita akan melaksanakan standarisasi untuk seluruh pimpinan perguruan tinggi di Indonesia, baik dari tingkat Rektorat, Dekanat, hingga Ketua Program Studi (Kaprodi),” jelasnya.
Berikutnya, kata dia, adalah sertifikasi dosen. Seluruh program ini akan dibiayai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
“Hal ini penting karena saat ini sekitar 70% dosen kita belum tersertifikasi. Insyaallah, APTISI yang akan menjalankan sertifikasinya,” tambah Prof Budi Djatmiko.
Terakhir, dia juga telah menunjuk Prof Mansyur Ramli sebagai satu dari 30 mentor untuk para rektor perguruan tinggi swasta. Tugasnya mendorong para pemimpin itu lebih berkompeten. (*)