#TRENDING

Jaga Kelestarian Lingkungan, Pegadaian Tanam 1.000 Mangrove di Untia Makassar

Monday, 31 August 2026 | 13:43 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – PT Pegadaian menegaskan komitmennya sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat pesisir.

Kepedulian itu diwujudkan PT Pegadaian melalui Unit Usaha Syariah (UUS) dengan menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Untia, Kota Makassar, Sabtu (29/8/2026),

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Dana Kebajikan Umat yang dikolaborasikan dengan gerakan Aksi Hijau.

PT-Vale

Kepala Departemen Strategy & Support Unit Usaha Syariah PT Pegadaian, Hery Budi Kusuma, mengatakan program tersebut menggunakan Dana Kebajikan Umat yang bersumber dari infak dan sedekah nasabah Pegadaian Syariah.

Menurut Hery, mangrove dipilih karena memiliki manfaat ekologis yang sangat besar. Selain berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi, mangrove juga menjadi habitat bagi berbagai biota laut serta memiliki kemampuan menyerap karbon.

“Kenapa kami memilih penanaman seribu mangrove? Karena mangrove memiliki banyak sekali manfaat. Pertama sebagai pelindung alam, yaitu mencegah abrasi pantai. Kedua sebagai restorasi biota laut, karena hutan mangrove menjadi rumah dan ekosistem baru bagi makhluk hidup di sekitarnya,” ujar Hery.

Ia menjelaskan, mangrove juga memiliki kemampuan menyerap karbon yang sangat baik. Berdasarkan sejumlah kajian yang menjadi rujukan Pegadaian, kemampuan penyerapan karbon mangrove disebut dapat mencapai empat hingga lima kali lebih tinggi dibandingkan hutan tropis.

“Jadi dalam kegiatan ini sebenarnya kami tidak hanya menanam seribu pohon, tetapi juga membangun benteng alam untuk masa depan generasi berikutnya,” katanya.

Kegiatan penanaman tersebut turut melibatkan masyarakat sekitar dan petani mangrove. Pelibatan warga dilakukan agar program lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga ekosistem pesisir.

Hery mengatakan program penanaman mangrove akan dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah. Pada tahun ini, Pegadaian merencanakan kegiatan di dua titik, yakni Makassar dan Maluku Utara.

“Setiap tahun akan ada program penanaman mangrove untuk memperluas wilayah hijau,” ujarnya.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku, Pratikno, mengatakan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap program pelestarian lingkungan yang digagas Unit Usaha Syariah Pegadaian tersebut.

Menurut Pratikno, kawasan Untia yang berada dalam wilayah Area Makassar 1 dipilih sebagai salah satu lokasi penanaman karena memiliki cakupan kawasan pesisir yang luas dan potensial untuk pengembangan ekosistem mangrove.

“Area Makassar 1 kami pilih sebagai salah satu spot penanaman mangrove karena memiliki cakupan wilayah yang cukup luas, khususnya kawasan pesisir Untia. Kondisi ini sangat potensial untuk menjadi ruang tumbuh mangrove sekaligus memberikan manfaat ekologis yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Pratikno.

Ia menilai penanaman 1.000 bibit mangrove bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari keberlanjutan pemeliharaan hingga mangrove dapat tumbuh dan memberikan manfaat nyata.

“Bagi kami, menanam mangrove hari ini adalah bagian dari upaya menanam harapan untuk masa depan. Bibit yang kita tanam mungkin masih kecil, tetapi ketika tumbuh besar akan menjadi pelindung pesisir, rumah bagi biota laut, sekaligus memberikan manfaat bagi generasi berikutnya,” jelasnya.

Pratikno berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal dari gerakan yang lebih besar dalam menjaga kawasan pesisir, khususnya di wilayah kerja Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman seribu bibit saja. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan merawatnya hingga tumbuh menjadi ekosistem mangrove yang kuat. Semoga dari Untia ini lahir gerakan yang lebih besar, sehingga semakin banyak kawasan pesisir yang terlindungi dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tutup Pratikno. (*)