Hadiri Resepsi Hari Kebangsaan Malaysia 2026, Prof Masrurah Dorong Kolaborasi Berdampak
JAKARTA, GOSULSEL.COM — Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkuat jejaring internasional. Salah satunya melalui silaturahmi dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan dan diplomasi.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf (YW) UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., bersama Wakil Rektor V UMI, Ir. Hj. Setyawati Yani, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menghadiri resepsi Hari Kebangsaan Malaysia dan Hari Malaysia 2026, Selasa malam (15/9/2026).
Turut hadir Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya (LP2S) UMI, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Hattah Fattah, M.S., serta Dr. Ir. Sitti Rabiah.
Resepsi berlangsung di Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta. Kegiatan tersebut merupakan agenda resmi dalam rangka memperingati National Day of Malaysia and Malaysia Day 2026.
Undangan disampaikan oleh Charge d’Affaires a.i. Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Mr. Farzamie Sarkawi, bersama Permanent Representative of Malaysia to ASEAN, H.E. Ambassador Datin Sarah Al Bakri Devadason.
Sejumlah pejabat, diplomat, pimpinan institusi dan tokoh dari berbagai kalangan turut hadir. Salah satunya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto.
Bagi UMI, kehadiran dalam resepsi Hari Kebangsaan Malaysia 2026 bukan sekadar memenuhi undangan. Momentum ini menjadi ruang untuk memperkuat persahabatan sekaligus membuka komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan internasional.
Ketua Pengurus YW UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah dan masyarakat Malaysia. Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Kebangsaan Malaysia dan Hari Malaysia 2026.
“Atas nama keluarga besar Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia, kami menyampaikan selamat memperingati Hari Kebangsaan Malaysia dan Hari Malaysia 2026. Semoga Malaysia semakin maju, sejahtera, dan hubungan persaudaraan Indonesia dan Malaysia semakin erat,” ungkap Prof. Masrurah.
Menurut Prof. Masrurah, hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki kedekatan yang kuat. Hubungan itu tidak hanya dibangun melalui diplomasi, tetapi juga melalui kesamaan budaya, sejarah, agama, pendidikan dan hubungan antarmasyarakat.
Kedekatan tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan kerja sama pendidikan tinggi Indonesia-Malaysia. UMI melihat Malaysia sebagai salah satu mitra strategis dalam memperluas jejaring internasional.
“UMI memandang silaturahmi seperti ini sebagai bagian penting dari membangun kepercayaan dan memperluas persahabatan. Dari silaturahmi dapat lahir banyak peluang kolaborasi, terutama dalam pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, dan pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.
Prof. Masrurah menegaskan, internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup diukur dari banyaknya kerja sama yang ditandatangani. Yang lebih penting adalah manfaat nyata yang dihasilkan bagi mahasiswa, dosen, institusi dan masyarakat.
“Silaturahmi internasional harus melahirkan kolaborasi yang berdampak,” tegasnya.
Menurutnya, hubungan internasional harus diarahkan pada kegiatan yang konkret. Di antaranya penelitian bersama, pertukaran akademik, pengembangan inovasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Sementara itu, Wakil Rektor V UMI Ir. Hj. Setyawati Yani, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menilai kehadiran UMI dalam resepsi Hari Kebangsaan Malaysia 2026 menjadi bagian dari penguatan diplomasi akademik.
Menurutnya, Malaysia memiliki peluang besar untuk menjadi mitra dalam pengembangan pendidikan tinggi. Kedekatan geografis dan budaya kedua negara menjadi modal untuk memperluas kerja sama.
“Kehadiran UMI dalam forum seperti ini bukan hanya memenuhi undangan, tetapi menjadi kesempatan untuk menjaga hubungan yang telah terbangun sekaligus membuka komunikasi baru dengan berbagai institusi dan mitra internasional,” ujarnya.
Kerja sama Indonesia-Malaysia tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai bidang. Mulai dari pendidikan dan mobilitas akademik hingga penelitian, inovasi dan pengembangan sumber daya manusia.
Kehadiran UMI dalam Hari Kebangsaan Malaysia dan Hari Malaysia 2026 menjadi bagian dari komitmen memperkuat jejaring internasional. UMI ingin memastikan hubungan internasional tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat nyata. (*)