#TRENDING

Tim Ekspedisi Patriot Unhas Bantu Warga Kendalikan Karhutla di Fakfak Timur

Wednesday, 16 September 2026 | 19:41 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

FAKFAK, GOSULSEL.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kampung Tunas Gain, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mendapat respons langsung dari Tim Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin (Unhas). Tim yang tengah melaksanakan pengabdian di wilayah tersebut bersama warga melakukan upaya pengendalian kobaran api pada Selasa (15/9).

Tim Ekspedisi Patriot Unhas bergotong royong bersama masyarakat Kampung Tunas Gain dan kampung sekitar untuk melokalisasi api agar tidak meluas ke area perkebunan maupun permukiman. Dengan peralatan yang tersedia, tim dan warga bekerja bersama mengendalikan sejumlah titik api di tengah kondisi lapangan yang cukup menantang.

Selain membantu pemadaman secara langsung, Tim Ekspedisi Patriot Unhas memanfaatkan teknologi drone untuk memantau kondisi dari udara. Penyisiran dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik api yang tersembunyi di balik vegetasi maupun berada di lokasi yang sulit dijangkau dari darat.

PT-Vale

Pemetaan udara tersebut memberikan informasi mengenai sebaran titik api dan arah pergerakan kobaran berdasarkan kondisi lapangan. Informasi kemudian disampaikan kepada warga sebagai panduan dalam menentukan lokasi yang perlu mendapat penanganan lebih dahulu.

“Kehadiran TEP Unhas di Fakfak Timur adalah wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Selain ikut memadamkan api bersama warga, kami memprioritaskan pemetaan udara melalui drone karena arah angin dan titik api yang tertutup vegetasi sangat sulit dipantau dari darat. Data dari drone ini langsung kami informasikan kepada warga agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Koordinator Lapangan Umum Ekspedisi Patriot Unhas, Michel O’Brien.

Kolaborasi antara tenaga masyarakat dan dukungan teknologi menjadi bagian dari upaya Tim Ekspedisi Patriot Unhas membantu penanganan karhutla di wilayah tersebut. Pemantauan dari udara juga dilakukan untuk membantu mengidentifikasi potensi titik api yang masih tersembunyi sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

Hingga Rabu (16/9), masyarakat setempat masih melakukan pemantauan dan bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan embusan angin yang dapat memengaruhi penyebaran api. (*)