#TRENDING

Fahrizal Jabat Wakil Dekan III FIKK UNM

Wednesday, 16 September 2026 | 22:31 Wita - Editor: Agung Eka -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pengalaman panjang di dunia akademik dan organisasi olahraga mengantarkan Fahrizal pada amanah baru di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia dilantik sebagai Wakil Dekan III FIKK UNM pada Rabu, 16 September 2026.

Prosesi pelantikan digelar di Ballroom Teater Lantai 3 Menara Pinisi UNM. Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., memimpin pelantikan yang turut mencakup sejumlah pejabat lain di lingkungan UNM.

Momentum tersebut menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi Fahrizal dalam jajaran pimpinan FIKK. Bidang yang akan diembannya bersentuhan langsung dengan dinamika mahasiswa, ruang pengembangan prestasi, serta berbagai aktivitas yang menunjang pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan di fakultas.

PT-Vale

Dalam arahannya kepada para pejabat yang dilantik, Farida mengingatkan bahwa jabatan di lingkungan perguruan tinggi tidak berhenti pada aspek administratif. Amanah tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan ke dalam kerja yang memberikan manfaat bagi unit masing-masing dan universitas secara keseluruhan.

“Jabatan yang diberikan harus dijawab dengan kerja dan tanggung jawab. Para pejabat yang hari ini dilantik diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik di unit masing-masing, bekerja bersama, dan memastikan setiap program memberikan kontribusi bagi kemajuan Universitas Negeri Makassar,” ujar Farida.

Ia juga mengharapkan hadirnya semangat baru dari para pejabat yang menerima amanah. Kemampuan membaca kebutuhan unit kerja dan membangun koordinasi dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan program universitas.

“Kita membutuhkan semangat untuk terus melakukan perbaikan. Saya berharap amanah ini dijalankan dengan integritas, komitmen, dan kemauan untuk berkolaborasi sehingga setiap unit dapat bergerak bersama mencapai tujuan universitas,” lanjutnya.

Bagi Fahrizal, lingkungan FIKK bukan ruang kerja yang baru. Ia telah menjadi dosen Universitas Negeri Makassar sejak 2009. Sejak 2024, ia juga dipercaya sebagai Kepala Laboratorium Program Studi Fisioterapi FIKK UNM. Pengalaman profesionalnya turut mencakup keterlibatan sebagai tim penyusun Kurikulum Nasional Sekolah Keberbakatan Olahraga pada 2015–2016 dan tenaga monitoring dan evaluasi Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan pada 2024. 

Jejak akademiknya bermula dari UNM. Fahrizal merampungkan pendidikan sarjana pada 2006 dan magister pada 2009 di universitas tersebut. Pendidikan doktor kemudian diselesaikannya di Universitas Negeri Jakarta pada 2017. 

Di luar kampus, kiprah Fahrizal banyak bersinggungan dengan pembinaan dan organisasi olahraga. Ia pernah menjadi Sekretaris Jenderal Pengurus Provinsi IPSI Sulawesi Selatan periode 2021–2025 serta Ketua Bidang Sport Science KONI Sulawesi Selatan periode 2022–2026. Pada tingkat nasional, ia tercatat sebagai Ketua Bidang Sertifikasi dan Lisensi Pengurus Besar Asosiasi Bola Tangan Indonesia periode 2022–2026.  

Kiprah tersebut berlanjut pada 2026. Fahrizal tercatat sebagai Wakil Ketua Pengurus Provinsi IPSI Sulawesi Selatan serta Wakil Ketua Bidang Teknik dan Perwasitan Pengurus Besar ORADO Indonesia. Di lingkungan alumni UNM, ia mengemban tugas sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pemuda dan Olahraga DPP IKA UNM periode 2024–2029. 

Persinggungan antara akademik dan olahraga juga terlihat dalam karya-karyanya. Pada 2024, Fahrizal menerbitkan buku SKiFa Keterampilan Dasar Pencak Silat melalui Badan Penerbit UNM dan Sport Science dalam Mendukung Peningkatan Performa. Pada 2026, ia turut menghasilkan buku Fisioterapi Holistik: Sinergi Pendekatan Klinis, Fungsional, dan Psikologis dalam Rehabilitasi dan Pencegahan Disabilitas Olahraga. 

Rekam jejak tersebut menjadi modal yang dibawa Fahrizal dalam menjalankan tugas barunya. Ia memandang kemahasiswaan sebagai ruang yang tidak hanya berbicara tentang kegiatan organisasi, tetapi juga pembinaan potensi dan penciptaan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkembang.

“Mahasiswa FIKK memiliki potensi yang beragam. Ada yang tumbuh melalui prestasi olahraga, akademik, organisasi, kewirausahaan, maupun bidang lainnya. Yang perlu kita lakukan adalah membuka ruang seluas-luasnya agar potensi itu berkembang dan memperoleh dukungan yang tepat,” kata Fahrizal.

Ia ingin pola pembinaan mahasiswa ke depan semakin terhubung dengan kekuatan yang dimiliki FIKK, terutama jejaring keolahragaan. Pengalaman kampus, menurutnya, perlu memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun relasi profesional sejak dini.

“Jejaring FIKK dengan organisasi olahraga, alumni, pemerintah, dan berbagai mitra merupakan kekuatan yang bisa kita optimalkan untuk mahasiswa. Saya ingin mahasiswa memperoleh lebih banyak kesempatan untuk berkompetisi, berorganisasi, membangun jejaring, dan menunjukkan prestasinya,” ujarnya.

Fahrizal juga menempatkan komunikasi dengan mahasiswa sebagai salah satu fondasi dalam menjalankan amanah barunya. Aspirasi mahasiswa perlu mendapatkan ruang sekaligus diikuti dengan pendampingan agar kegiatan kemahasiswaan berjalan produktif.

“Saya ingin membangun komunikasi yang terbuka dengan mahasiswa. Kita dengarkan gagasan mereka, kita dampingi programnya, dan bersama-sama menciptakan iklim kemahasiswaan yang aktif, produktif, dan berprestasi. FIKK harus menjadi tempat mahasiswa bertumbuh, bukan hanya secara akademik, tetapi juga dalam karakter dan kepemimpinan,” pungkas Fahrizal. (*)