#TRENDING

Menabung Emas Mulai Rp10 Ribu, Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku Dorong Anak Muda Gemar Investasi

Saturday, 26 September 2026 | 14:39 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – PT Pegadaian Kanwil VI SulSelBarRa Maluku mendorong anak muda untuk mulai berinvestasi. Salah satu instrumen investasi yang digandrungi saat ini adalah emas.

Pegadaian sebagai penyedia investasi emas terpopuler di Indonesia sudah memudahkan masyarakat untuk menempatkan uangnya ke dalam bentuk emas.

Melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, produk tabungan emas bisa dimanfaatkan dengan mulai Rp10 ribu. Saldo tersebut akan dikonversi menjadi emas.

PT-Vale

Menurut Kepala Departemen Bisnis Support Pegadaian Kanwil VI Sulselbarra Maluku, Deddy Suryady, dengan nominal kecil, anak muda mulai menempatkan uangnya pelan-pelan ke investasi atau menabung akan membentuk kebiasaan baru yaitu finansial mandiri.

“Dengan financial habit, dengan kebiasaan-kebiasaan yang bisa kita lakukan dari sekarang, ini akan membentuk mindset kita di masa depan,” jelasnya saat kegiatan edukasi literasi keuangan di FEB Unhas beberapa waktu lalu.

“Dan mindset ini sangat penting untuk pengelolaan keuangan kita, untuk bisnis nanti ke depannya, ya. Itu menjadi sangat penting. Kita tidak akan bisa memikirkan bagaimana itu 100 juta, 1 miliar, 100 miliar misalnya, tanpa kita bisa mengelola yang mulai dari kecil-kecil, mulai dari 10 ribu, mulai 100 ribu,” tambah Deddy.

Untuk itu, Pegadaian juga terus mendorong anak muda memanfaatkan layanan digital dan produk investasi emas, termasuk Tring! dan cicil emas.

Tring! adalah aplikasi layanan digital resmi dari PT Pegadaian yang menggabungkan berbagai kebutuhan investasi emas, gadai, dan transaksi keuangan dalam satu platform.

Deddy mengatakan penggunaan Tring! saat ini masih lebih banyak ditemukan di wilayah perkotaan, seiring masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan perangkat digital.
Sementara di daerah, Pegadaian masih terus melakukan edukasi agar masyarakat semakin memahami kemudahan layanan tersebut.

“Kalau untuk Tring! sendiri kebanyakan memang secara penggunaan masih banyak yang di kota-kota besar. Artinya yang sudah terbiasa dengan gadget. Nah, kalau di daerah memang masih kita terus edukasi,” jelasnya.

Ia mencontohkan kemudahan yang diberikan layanan digital Pegadaian bagi nasabah di daerah.

Nasabah yang sebelumnya harus datang langsung ke outlet ketika jatuh tempo kini dapat melakukan pembayaran dari rumah melalui Tring!. (*)