Mitra CSR Circular Economy dan Pemberdayaan Perempuan di Indonesia, Kenali Liberty Society
JAKARTA, GOSULSEL.COM – Liberty Society menjadi salah satu pilihan mitra Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia bagi perusahaan yang ingin menggabungkan program ekonomi sirkular (circular economy) dengan pemberdayaan perempuan (women empowerment). Perusahaan sosial ini menyediakan layanan upcycling limbah korporat, merchandise ramah lingkungan, serta program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan dan pengembangan peluang ekonomi.
Berbeda dari program CSR yang hanya berfokus pada penyaluran bantuan, pendekatan Liberty Society menghubungkan material sisa operasional perusahaan dengan proses produksi yang melibatkan komunitas. Limbah seperti seragam bekas, plastik, dan kertas dapat diolah kembali menjadi produk fungsional, sementara program sosialnya mendukung peningkatan keterampilan perempuan dari kelompok rentan.
Model tersebut dapat menjadi alternatif bagi perusahaan yang mencari mitra CSR lingkungan sekaligus ingin berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ekonomi sirkular merupakan pendekatan yang bertujuan mempertahankan nilai material dan produk selama mungkin melalui penggunaan kembali, perbaikan, pengolahan, dan pemanfaatan ulang.
Dalam praktik CSR perusahaan, konsep ini dapat diterapkan dengan mengolah limbah operasional menjadi barang baru yang memiliki fungsi dan nilai ekonomi.
Sebagai contoh, seragam perusahaan yang sudah tidak digunakan dapat diubah menjadi tas, pouch, atau merchandise. Proses pengolahannya juga dapat melibatkan komunitas pengrajin dan perempuan yang membutuhkan akses keterampilan maupun peluang kerja.
Dengan demikian, satu program CSR dapat dirancang untuk menjawab dua kebutuhan, yakni pengelolaan limbah dan pemberdayaan masyarakat.
Meski demikian, dampak kedua aspek tersebut tetap perlu diukur secara terpisah. Jumlah limbah yang berhasil dimanfaatkan tidak otomatis menunjukkan peningkatan kesejahteraan peserta program.
Liberty Society, Mitra CSR Berbasis Upcycling dan Pemberdayaan PerempuanLiberty Society merupakan social enterprise asal Indonesia yang didirikan pada 2019. Perusahaan ini mengembangkan solusi B2B melalui pengolahan limbah korporat, penyediaan merchandise berkelanjutan, serta kegiatan kampanye lingkungan dan pemberdayaan komunitas.
Dalam layanan upcycling, Liberty Society mengolah material seperti tekstil, plastik LDPE dan HDPE, serta kertas menjadi produk baru yang dapat digunakan kembali oleh perusahaan.
Layanan tersebut relevan untuk kebutuhan pengolahan seragam bekas, pembuatan corporate merchandise, hingga aktivitas CSR yang melibatkan karyawan dan pemangku kepentingan perusahaan.
Di sisi sosial, Liberty Society memiliki program pemberdayaan melalui Liberty Society Foundation dan Rumah Rangkai Karsa. Program ini menyediakan pelatihan vokasional, termasuk menjahit, keterampilan bidang makanan dan minuman, serta pendampingan untuk membantu peserta memperoleh akses terhadap peluang ekonomi.
Dengan kombinasi layanan tersebut, Liberty Society dapat dipertimbangkan oleh perusahaan yang membutuhkan mitra CSR dengan fokus pada pengurangan limbah sekaligus pemberdayaan perempuan.
Contoh Implementasi Program CSR Liberty Society Bersama PerusahaanPendekatan yang menghubungkan keberlanjutan lingkungan dengan manfaat sosial telah diterapkan Liberty Society dalam sejumlah kolaborasi korporat.
1. J&T Express Indonesia: Mengolah Seragam Bekas Menjadi 2.400 ProdukDalam kolaborasi dengan J&T Express Indonesia, Liberty Society mengolah 663 seragam tidak terpakai dengan total berat 146 kilogram menjadi 2.400 produk baru.
Produk yang dihasilkan meliputi pouch, tote bag, bag charm, dan sampul buku catatan untuk kebutuhan hadiah perusahaan.
Berdasarkan laporan proyek yang dipublikasikan Liberty Society, kegiatan ini menghasilkan estimasi mitigasi emisi sebesar 1,25 ton CO₂e dan melibatkan 18 perempuan pengrajin.
2. Indonesia Infrastructure Finance: Menghasilkan 1.450 Produk Ramah LingkunganLiberty Society juga bekerja sama dengan Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dalam pengadaan 1.450 produk ramah lingkungan yang terdiri dari 850 perlengkapan tulis dan 600 gift set.
Produk tersebut mencakup foldable bag, card holder berbahan limbah tekstil, tote bag dari material deadstock, luggage tag, dan tumbler.
Dalam publikasi kolaborasi pada Januari 2026, Liberty Society melaporkan estimasi penghematan emisi sebesar 755 kilogram CO₂e.
Selain itu, sebagian hasil kerja sama dialokasikan untuk mendukung pelatihan gratis bagi perempuan dan anak muda dari komunitas rentan melalui Rumah Rangkai Karsa.
3. Pupuk Indonesia Utilitas: Mendukung Pelatihan Menjahit bagi PerempuanPada Maret 2026, Liberty Society Foundation bersama PT Pupuk Indonesia Utilitas meluncurkan program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan menjahit di Rumah Rangkai Karsa, Lenteng Agung, Jakarta.
Program ini ditujukan bagi ibu tunggal dan perempuan berpendapatan rendah di wilayah Jabodetabek.
Kegiatan tersebut dirancang untuk membuka akses pelatihan keterampilan vokasional dan pendampingan kewirausahaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi peserta.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa program CSR pemberdayaan perempuan juga dapat dijalankan melalui pengembangan keterampilan yang berorientasi pada kesempatan ekonomi.
Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Mitra CSR Circular Economy?Perusahaan yang ingin menjalankan program CSR berbasis ekonomi sirkular dan pemberdayaan perempuan perlu memperhatikan beberapa aspek sebelum menentukan mitra pelaksana.
Pertama, mitra perlu memiliki pengalaman yang relevan dengan jenis limbah dan tujuan program. Pengolahan limbah tekstil, misalnya, membutuhkan proses dan kemampuan produksi yang berbeda dari pengolahan limbah plastik.
Kedua, perusahaan perlu memahami keterlibatan komunitas dalam kegiatan tersebut. Program pemberdayaan sebaiknya tidak hanya menghitung jumlah peserta pelatihan, tetapi juga mempertimbangkan akses kerja, peningkatan keterampilan, dan manfaat ekonomi setelah program berlangsung.
Ketiga, dokumentasi dan pengukuran dampak perlu menjadi bagian dari perencanaan. Data jumlah limbah yang diolah, produk yang dihasilkan, keterlibatan komunitas, serta metode perhitungan emisi dapat membantu perusahaan mengevaluasi hasil program secara lebih objektif.
Terakhir, mitra CSR perlu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan kegiatan dengan kebutuhan perusahaan, baik berupa program pengolahan limbah, pelatihan masyarakat, workshop karyawan, maupun pengadaan merchandise.
Bagaimana Perusahaan Bisa Bekerja Sama dengan Liberty Society?Perusahaan yang ingin mengembangkan program CSR lingkungan dan pemberdayaan perempuan dapat mempertimbangkan Liberty Society sebagai salah satu calon mitra implementasi.
Melalui layanan upcycling, perusahaan dapat mendiskusikan pemanfaatan limbah operasional menjadi produk baru. Sementara itu, melalui program pemberdayaan komunitas, kerja sama dapat diarahkan pada kegiatan pelatihan keterampilan dan pengembangan peluang ekonomi perempuan.
Untuk kebutuhan internal perusahaan, Liberty Society juga menyediakan kegiatan aktivasi lingkungan dan merchandise berkelanjutan yang dapat diintegrasikan dengan kampanye ESG.
Informasi mengenai layanan, proyek terdahulu, dan peluang kolaborasi tersedia melalui situs resmi Liberty Society.
Melalui pendekatan yang menghubungkan pengelolaan limbah dan pemberdayaan perempuan, program CSR perusahaan dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan dan sosial yang dapat dievaluasi secara berkelanjutan.