Fiersa Besari hingga Mahalini Salam Tiga Jari di Spektamagis Volume 3 Makassar
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Bukan sekadar musik dan hiburan, panggung Spektamagis Volume 3 juga menjadi ruang bagi para musisi untuk menyuarakan kepedulian.
Sejumlah musisi papan atas Tanah Air mengangkat salam tiga jari saat tampil di hadapan ribuan penonton di Parking Lot Phinisi Point (PiPo), Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Rabu (4/11/2026) malam.
Gestur tiga jari atau three-finger salute itu menjadi salah satu ekspresi yang mencuri perhatian sepanjang konser.
Sejumlah musisi menyampaikan pesan solidaritas sekaligus mengajak penonton untuk tidak menutup mata terhadap persoalan lingkungan.
Salah satu pesan kuat datang dari Fiersa Besari. Di sela penampilannya, penyanyi sekaligus penulis tersebut mengajak penonton Makassar untuk mengingat saudara-saudara yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan.
“Kita jangan lupa mendoakan teman-teman kita yang terkena musibah kebakaran. Kita bersama-sama. Kita semua saudara. Dan jangan pernah takut bersuara, oke?” seru Fiersa dari atas panggung.
Seruan tersebut langsung disambut riuh tepuk tangan penonton. Di tengah suasana konser yang meriah, pesan Fiersa menghadirkan momen reflektif tentang solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Pria kelahiran Bandung, 3 Maret 1984 itu juga mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan mereka yang masih berjuang menghadapi dampak kebakaran hutan.
“Semoga di tengah kesibukan kita, kita tidak lupa mendoakan saudara-saudara dan sahabat-sahabat kita yang masih terdampak kebakaran hutan,” katanya.
Fiersa juga menegaskan pentingnya keberanian menyampaikan aspirasi. Menurutnya, masyarakat tidak boleh takut untuk bersuara ketika melihat persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.
Pesan kepedulian serupa turut disampaikan Mahalini. Penyanyi asal Bali itu mengajak penonton mendoakan agar bencana karhutla segera berlalu.
Mahalini menjadi salah satu penampil yang paling dinantikan malam itu. Ia membawakan sembilan lagu andalannya, mulai dari “Mencintaimu”, “Sial”, “Sisa Rasa”, “Untuk yang Bersamanya”, “Batasi Rasa”, “Percuma”, “Bohongi Hati”, hingga “Mati-matian”.
Suasana semakin emosional ketika Mahalini menutup penampilannya dengan lagu “Bawa Dia Kembali”. Lagu tersebut didedikasikan sebagai pesan All Eyes on Karhutla — for forest, for people, for animals.
Pesan itu menjadi pengingat bahwa dampak kebakaran hutan bukan hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga mengancam kelestarian hutan dan kehidupan satwa di dalamnya.
Spektamagis Volume 3 sendiri menjadi gelaran ketiga setelah dua edisi sebelumnya berlangsung di Kalimantan. Kali ini, Makassar dipilih sebagai tempat untuk menyapa pencinta musik di Sulawesi Selatan.
Selain Fiersa Besari dan Mahalini, konser tersebut juga menghadirkan Fadly “Padi”, Vierratale, For Revenge, serta Sound Of Panca.
Deretan penampil itu membuat panggung Spektamagis dipenuhi beragam warna musik, mulai dari pop, rock hingga lagu-lagu emosional yang akrab di telinga penonton.
Malam itu, Spektamagis tidak hanya menawarkan pengalaman menikmati penampilan musisi favorit.
Salam tiga jari dan pesan solidaritas yang disampaikan dari atas panggung menjadi pengingat bahwa musik juga memiliki kekuatan untuk menyuarakan kepedulian.(*)