Stunting Gowa Turun hingga 17 Persen, Darmawangsyah Minta Intervensi Gizi Berlanjut
GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa terus mengintensifkan penanganan stunting dengan memastikan kebutuhan gizi anak-anak yang masuk kategori berisiko tetap mendapat perhatian. Upaya tersebut menjadi salah satu prioritas Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, dalam menjaga tren penurunan angka stunting di daerah ini.
Komitmen itu ditunjukkan melalui penyaluran bantuan susu dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia kepada 370 anak di Kabupaten Gowa. Penyerahan bantuan berlangsung di Kantor Camat Bontomarannu, Rabu (04/11/2026).
Darmawangsyah yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan yang diberikan. Ia berharap bantuan serupa dapat terus berlanjut dengan cakupan penerima yang lebih luas sehingga semakin banyak anak yang memperoleh dukungan pemenuhan gizi.
“Terima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang telah memberikan bantuan kepada Kabupaten Gowa. Tentu kami ingin bantuan ini dapat segera disalurkan dan kedepannya jumlahnya dapat ditambah,” jelasnya.
Menurut Darmawangsyah, perkembangan penanganan stunting di Kabupaten Gowa menunjukkan hasil yang menggembirakan. Angka stunting yang sebelumnya berada di kisaran 33 persen kini telah mengalami penurunan hingga mencapai 17 persen.
Meski capaian tersebut menjadi perkembangan positif, ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar tidak menjadikannya alasan untuk mengurangi intensitas program penanganan.
“Ini adalah prestasi kita dan tentu harus kita banggakan, tapi bukan untuk berpuas diri. Kita harus terus menjaga capaian ini agar angka stunting tidak kembali meningkat,” ungkapnya.
Ia pun menekankan bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak cukup diukur dari penurunan angka statistik. Pemerintah harus memastikan anak-anak yang membutuhkan mendapatkan intervensi secara langsung, terutama melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang tepat dan berkesinambungan.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terkait mengawal pelaksanaan program hingga benar-benar menjangkau sasaran. Termasuk memastikan bantuan susu dikonsumsi sesuai kebutuhan dan petunjuk yang tepat, serta melanjutkan pemberian bantuan telur bagi anak-anak yang terindikasi stunting.
“Hari ini kita serahkan untuk memastikan bahwa intervensi pemberian susu kepada anak-anak terus kita lakukan. Kita berharap angka stunting yang semakin menurun dapat terus kita jaga agar tidak kembali meningkat,” katanya.
Darmawangsyah juga mengaitkan upaya tersebut dengan program pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis yang menjadi bagian dari agenda Presiden Prabowo Subianto dalam mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
“Jika hari ini dia memberikan Makan Bergizi Gratis kepada masyarakat, tentu hal tersebut merupakan bagian dari keinginan dia untuk memastikan anak-anak Indonesia terbebas dari kekurangan gizi dan dapat tumbuh dengan baik. Mari kita sama-sama mendukung program Bapak Presiden untuk mewujudkan Generasi Emas 2045,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Gowa, Kawaidah Alham, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pemenuhan hak anak, khususnya terkait kesehatan, kecukupan gizi, serta tumbuh kembang.
Ia berharap bantuan yang diterima dapat memberikan manfaat langsung bagi anak-anak sasaran sekaligus mendukung percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa.
“Program ini merupakan bentuk kolaborasi dalam mendukung penyediaan gizi anak. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi penerima anak-anak dan mendukung upaya penanganan stunting di Kabupaten Gowa,” paparnya.
Dalam pelaksanaannya, penyaluran bantuan turut melibatkan pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Gowa sebagai mitra pemerintah daerah untuk membantu menjangkau masyarakat penerima manfaat.
Bantuan dari Kementerian PPPA tersebut terdiri atas 103 boks susu Nestle Dancow dengan isi 36 kemasan per boks, atau sebanyak 3.700 kemasan secara keseluruhan. Setiap anak akan menerima 10 kemasan sehingga bantuan tersebut dapat menjangkau 370 anak.
Adapun penerimanya merupakan anak-anak berusia 5–8 tahun yang sebelumnya pernah terindikasi stunting dan tersebar di tiga kecamatan, yakni Bontomarannu, Somba Opu, dan Pattallassang.
Pemkab Gowa berharap dukungan pemerintah pusat, keterlibatan perangkat daerah, serta partisipasi berbagai elemen masyarakat dapat menjaga keberlanjutan intervensi gizi. Dengan demikian, penurunan angka stunting tidak hanya menjadi capaian sementara, tetapi berlanjut pada peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak di Kabupaten Gowa. (*)