Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri kegiatan Bimbingan Manasik Haji dan Pelepasan Jamaah Haji Reguler yang digelar di Masjid Agung Syekh Yusuf, Sabtu (07/02/2026)/FOTO: Instagram @humasgowa

Bimbingan Manasik Dimulai, Jamaah Haji Gowa Tahun 2026 Capai 1.421 Orang

Sunday, 08 February 2026 | 23:23 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa mulai memberikan pembekalan kepada 1.421 Jamaah Calon Haji (JCH) melalui kegiatan Bimbingan Manasik Haji dan Pelepasan Jamaah Haji Reguler yang digelar di Masjid Agung Syekh Yusuf, Sabtu (07/02/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di daerah.

Bupati Gowa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Haji dan Umrah di Kabupaten Gowa. Menurutnya, kehadiran tersebut menjadi kehormatan sekaligus penyemangat bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan haji.

PT-Vale

“Kehadiran Bapak Wakil Menteri menjadi penguat semangat kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji, khususnya di Kabupaten Gowa,” ujar Bupati Talenrang.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gowa secara konsisten memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan ibadah haji, di antaranya dengan penyediaan armada bus untuk mengantar jamaah menuju Asrama Haji Sudiang.

Selain itu, pada tahun 2025 Pemkab Gowa juga telah menghibahkan tanah dan bangunan yang kini dimanfaatkan sebagai Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa dan telah diresmikan pada awal 2026.

Bupati Talenrang juga mengungkapkan rasa syukur atas peningkatan signifikan jumlah jamaah haji asal Gowa pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Jika tahun sebelumnya hanya sekitar 517 jamaah, tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 1.421 orang.

“Kuota JCH Kabupaten Gowa tahun ini meningkat lebih dari 100 persen. Semoga peningkatan ini tidak mengurangi kekhusyukan ibadah jamaah, sekaligus menjadi motivasi bagi petugas untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” jelasnya.

Ia pun berpesan agar seluruh jamaah menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengikuti arahan pembimbing dan petugas haji selama menjalankan rangkaian ibadah.

“Jadikan perjalanan ini sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat keimanan. Yang paling penting, jaga kesehatan karena ibadah haji sangat membutuhkan kesiapan fisik,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong sistem kuota haji yang lebih transparan dan berkeadilan. Saat ini, daftar tunggu haji di Indonesia mencapai sekitar 5,6 juta orang, termasuk lebih dari 200 ribu jamaah di Sulawesi Selatan.

“Dengan prinsip keadilan, kami mendorong perhitungan kuota yang transparan. Alhamdulillah, masa tunggu haji di Sulsel yang sebelumnya bisa mencapai 48 tahun, kini sudah merata menjadi sekitar 26 tahun di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan jamaah agar mengikuti manasik haji dengan serius, terutama dalam mempersiapkan kondisi kesehatan.

“Semoga seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur serta memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.(*)


Tags: