JEC Orbita Makassar Hadirkan Operasi Mata Juling Gratis, Pasien Kembali Percaya Diri

Thursday, 12 February 2026 | 19:33 Wita - Editor: Agung Eka -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Gangguan mata juling atau strabismus tidak hanya berdampak pada fungsi penglihatan. Banyak penderita menghadapi tekanan psikologis akibat stigma sosial, rasa kurang percaya diri atau pede hingga hambatan dalam berinteraksi.

Berangkat dari kondisi tersebut, Rumah Sakit Mata JEC Orbita Makassar untuk pertama kalinya menggelar bakti sosial operasi strabismus gratis. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 JEC Orbita. Tahun ini, lima pasien ditargetkan menerima tindakan operasi korektif tanpa dipungut biaya.

“Strabismus bukan hanya berdampak pada penglihatan, tetapi juga kepercayaan diri pasien akibat stigma yang masih ada di masyarakat. Padahal kondisi ini dapat ditangani, dan operasi korektif terbukti mampu meningkatkan fungsi visual sekaligus kualitas hidup. Dengan penanganan yang tepat, kami berharap pasien dapat kembali melihat dengan baik dan menjalani aktivitas dengan lebih percaya diri,” ujar dr. Vita Rahayu, Sp.M, Dokter Subspesialis Strabismus JEC Orbita Makassar saat sesi press conference, Kamis (12/2/2026).

PT-Vale

Secara medis, strabismus terjadi ketika kedua mata tidak bergerak selaras akibat gangguan koordinasi antara otak, otot, dan saraf yang menggerakkan bola mata. Kondisi ini dapat menimbulkan penglihatan ganda serta gangguan penglihatan binokular, dan dalam banyak kasus turut memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Secara global, diperkirakan hampir 148 juta orang hidup dengan kondisi tersebut. Sejumlah penelitian menunjukkan penderita strabismus memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan sosial, terutama karena kesulitan mempertahankan kontak mata saat berkomunikasi. Operasi korektif menjadi salah satu solusi yang terbukti memberikan perubahan signifikan.

Menurut dr Vita masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa mata juling dapat diperbaiki melalui tindakan medis.

“Belum banyak yang tahu ada operasi. Ini bukan hanya penyakit bawaan yang tidak bisa diperbaiki, ini bisa diperbaiki loh. Banyak masyarakat takut dilakukan tindakan, padahal ini aman, penglihatan sama, baik setelah maupun sebelum,” ucapnya.

Dia bilang, pasien yang dapat diberikan tindakan memiliki derajat kemiringan mata antara 50 hingga 85 derajat. Seluruh pasien merupakan orang dewasa karena pada anak-anak pemeriksaan cenderung lebih sulit dilakukan.

Prosedur operasi dilakukan dengan pembiusan umum dan rata-rata berlangsung sekitar satu jam. Setelah tindakan, pasien mendapatkan penanganan pascaoperasi dengan standar yang sama seperti pasien reguler.

Ia juga mengungkapkan, biaya operasi strabismus secara umum berkisar Rp35 juta. Sementara itu, biaya operasi katarak berada pada kisaran Rp10 juta hingga Rp30 juta, tergantung kondisi pasien dan jenis tindakan yang diperlukan.

Selain operasi mata juling, JEC ORBITA juga melanjutkan program bakti sosial operasi katarak yang selama ini rutin dilaksanakan. Sejak berdiri, lebih dari 1.000 pasien telah menerima manfaat operasi katarak gratis sebagai bentuk komitmen memperluas akses layanan kesehatan mata.

“Pada tahun ini, kami menargetkan 30 penerima manfaat yang terdiri dari 25 pasien katarak dan 5 pasien strabismus. Seluruh peserta telah melalui tahapan skrining ketat serta pemeriksaan medis menyeluruh untuk memastikan mereka berada dalam kondisi optimal sebelum menjalani operasi. Kami ingin setiap tindakan yang dilakukan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien,” jelas dr. Sultan Hasanuddin, Sp.M, Ketua Panitia HUT ke-25 JEC ORBITA.

Seluruh pasien juga mendapatkan pendampingan pascaoperasi hingga masa pemulihan tanpa biaya tambahan.

Sejak program ini diluncurkan beberapa waktu lalu, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Namun, seluruh peserta yang mendaftar tidak langsung ditetapkan untuk menjalani operasi. Proses pemeriksaan dilakukan secara ketat demi memastikan keamanan bersama.

“Tidak serta merta pasien datang langsung kita operasi. Bukan hanya safety untuk pasien, tapi safety juga untuk kita,” jelasnya.

Untuk pasien katarak, tim medis terlebih dahulu menilai kualitas penglihatan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan gangguan yang dialami memang disebabkan oleh katarak dan tidak dapat diperbaiki hanya dengan kacamata.

“Dari 25 pasien, kita lihat dulu kualitas penglihatannya, apakah terganggu, kemudian kita refraksi, oh ternyata gangguan kacamata. Kalau tidak bisa, kita baru gunakan, rata-rata pakai 20 persen penglihatan, tidak bisa dikoreksi dengan kacamata,” terangnya.

Direktur Utama JEC ORBITA Makassar, Prof. Dr. dr. Habibah S. Muhiddin menjelaskan, bagi pihaknya, merayakan 25 tahun bukan sekadar menandai perjalanan panjang, tetapi juga mempertegas komitmen untuk terus hadir bagi masyarakat. 

“Sejalan dengan visi JEC Group dalam mengoptimalkan penglihatan dan kualitas hidup, kami ingin semakin banyak orang memiliki akses terhadap layanan kesehatan mata berkualitas, sehingga mereka dapat kembali beraktivitas dan menjalani hidup secara produktif,” ungkap Prof. Dr. dr. Habibah S.

Ia menambahkan, katarak masih menjadi penyebab kebutaan terbesar. Padahal, kondisi tersebut dapat disembuhkan melalui operasi. Namun, tidak semua pasien memiliki kesempatan untuk memperoleh tindakan tersebut.