Poltekpar Makassar Jadi Tuan Rumah SBM Penerimaan Mahasiswa Baru 2026

Wednesday, 11 February 2026 | 21:07 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dipercaya sebagai tuan rumah untuk Seleksi Bersama Masuk (SBM) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Politeknik Pariwisata Tahun Akademik 2026/2027 oleh Kementerian Pariwisata.

Pelaksanaan SBM tahun ini ditandai dengan peluncuran yang berlangsung di Aula Balairung I Wayan Bendhi, Poltekpar Makassar, Rabu (11/2/2026).

Turut hadir Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana secara daring dan membuka langsung pelaksanaan SBM tahun 2026.

PT-Vale

Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Herry Rachmat Widjaja, menyampaikan bahwa total kuota penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, mencapai 3.610 orang untuk enam politeknik pariwisata.

“Rincian kuota tersebut meliputi Poltekpar NHI Bandung sebanyak 900 mahasiswa, Poltekpar Bali 690 mahasiswa, Poltekpar Makassar 600 mahasiswa, Poltekpar Medan 660 mahasiswa, Poltekpar Palembang 400 mahasiswa, dan Poltekpar Lombok 360 mahasiswa,” ucapnya.

Dari total kuota itu, sebanyak 60 persen atau 2.166 mahasiswa dialokasikan melalui jalur Seleksi Bersama Masuk (SBM).

Sementara sisanya, sekitar 40 persen atau kurang lebih 1.400 mahasiswa, akan diterima melalui jalur Seleksi Mandiri Masuk Politeknik (SMMP).

Pembagian akhir kuota tersebut, lanjut Herry, masih akan disesuaikan dengan kebutuhan dan daya tampung masing-masing politeknik, termasuk mempertimbangkan rasio dosen, fasilitas praktik, serta kebutuhan industri.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini Mohamad Paham, mengatakan pelaksanaan seleksi tahun ini, dilakukan secara serentak di seluruh politeknik pariwisata.

Tujuannya kata dia, untuk menjamin kualitas hasil seleksi yang lebih baik. Sistem serentak dinilai mampu meminimalkan disparitas mutu antarkampus.

“Pelaksanaan SBM secara terpusat dan terkoordinasi penting untuk memastikan proses penerimaan mahasiswa baru berlangsung lebih terbuka, transparan, dan inklusif,” tuturnya.

Dengan demikian, akses pendidikan vokasi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dari berbagai daerah.nMeski launching terpusat di Makassar, proses seleksi SBM sejatinya berlangsung serentak di enam politeknik pariwisata.

“Kita juga libatkan dua Badan Subdirektorat Kampus (BSDKU) yang berlokasi di Manado dan Sragen. Skema ini menjadi pembeda utama dibandingkan mekanisme seleksi pada tahun-tahun sebelumnya,” tutupnya. (*)