Berkat BRI, Kue Durian dari Vinlandak Kitchen Mejeng di Rak Retail Modern
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Salah satu kesulitan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat ini adalah memasarkan produk. Meski sudah dikenal namun itu tidak menjamin laku di pasaran.
Untuk itu, UMKM berjibaku melakukan berbagai strategi marketing agar produknya bisa laris manis. Salah satu caranya ialah memasukkannya ke retail modern.
Produk UMKM yang mejeng di rak-rak retail modern seperti supermarket dianggap punya nilai tinggi. Sehingga dapat meningkatkan penjualan secara signifikan.
Sayangnya, menembus retail modern juga sulit. Produk yang dijual di sana bukan sembarangan. Dari keunikan produk, cita rasa hingga packaging menjadi perhatian khusus.
Vinlandak Kitchen misalnya. UMKM yang menjajakan kue durian yang berlokasi di Jalan Banta-bantaeng Lorong 3, Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan itu membutuhkan proses panjang hingga bisa menjual produknya di supermarket seperti di Toko Satu Sama.
Proses tersebut dilalui bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pendampingan yang dilakukan bank terbesar di Indonesia itu melalui Rumah BUMN mendorong kue durian dari Vinlandak Kitchen layak dijual di supermarket.
Dimitri Eka Mariana (38), owner dari Vinlandak Kitchen menjelaskan bahwa usahanya bergabung di Rumah BUMN BRI pada awal tahun 2024.
Di sana, dia dibantu untuk pengurusan izin usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Kemudian mendapat berbagai pelatihan seperti packaging, digital marketing, hingga cara menembus retail modern dan perhotelan.
“Terus kalau ada pameran, kita dipanggil. Biasanya begitu. Kalau ada lomba yang nasional, kita juga dikabari,” jelasnya kepada Gosulsel, Rabu (29/4/2026).
Pendampingan itu berlangsung kurang lebih enam bulan baik secara online dan offline. Setelahnya, dia mulai berani menjajakan kue duriannya dalam skala besar mengingat produk tersebut sudah hadir di retail modern dan perhotelan.
“Insya Allah ke depan karena mau diperluas lagi jangkauannya,” ucap wanita anak satu itu.
Bergabung menjadi UMKM binaan BRI, menurut Dimitri, membawa dampak besar bagi usahanya. Dia bersama sang suami, Very Yoyato (50) mengaku sempat berpikir untuk berhenti lantaran penjualan yang minim.
“Jujur saya sebelum masuk inkubator BRI, saya tuh nggak bisa ngomong depan, takut-takut sekali. Terus di sana kan ada pengembangan diri, itu dibantu sekali, ya sedikit jadi berani,” jelasnya.
Dengan dukungan BRI, Dimitri juga mengaku usahanya tidak hanya berdampak pada segi pemasaran. Omzetnya ikut meningkat hingga 50 persen.
“Produksinya pun naik, kita sekarang buat rata-rata 150 kue durian. Paling ramai itu 1.000 kue,” ungkapnya.
Vinlandak Kitchen semakin dilirik berkat kue duriannya yang manis dan legit. Produk unggulan itu dijual dalam dua varian, yaitu isi 5 dengan harga Rp25 ribu dan isi 10 seharga Rp50 ribu.
Selain itu, Vinlandak Kitchen juga menawarkan bangket kenari Rp20 ribu dan paket makanan bento dengan harga yang disesuaikan permintaan pembeli.
“Yang baru mau itu brownies yang ke Papua sama Sulawesi,” lanjut Dimitri.
Dimitri juga telah memberdayakan warga sekitar untuk operasional. Ketika permintaan tinggi, dia meminta para tetangga untuk membantunya sekaligus mendapat penghasilan tambahan.
“Kalau yang pasti dua. Tapi kalau tetangga itu kayak ada nasi dos atau bento itu kan ratusan porsi,” tandasnya.
Pendampingan UMKM melalui rumah BUMN merupakan bagian dari CSR BRI Peduli untuk pilar ekonomi. Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat, BRI terus konsisten menjalankan program tersebut.
Leader Project Rumah BUMN BRI Makassar, Ayu Anisela mengatakan, setiap UMKM di Sulawesi Selatan yang terdaftar sebagai binaan BRI akan masuk dalam BRIncubator.
Adapun BRIncubator adalah program pelatihan dan pendampingan bagi UMKM kategori food & beverage, fashion & beauty, home décor & craft. Mereka telah melewati proses kurasi yang selanjutnya mendapat peningkatan kapasitas dan kapabilitas.
Program BRIncubator ini digelar setiap empat bulan. Pendaftaran bisa dilihat melalui media sosial Instagram Rumah BUMN Makassar @rumahbumn_makassar.
“Jadi ada BRIncubator lokal dan nasional. Untuk lokal, kita siapkan 25 UMKM yang ditentukan BRI pusat,” katanya.
Vinlandak Kitchen juga sebelumnya telah masuk BRIncubator. Pendampingan intens dilakukan, mulai mendapat pelatihan manajemen keuangan, digitalisasi, dan cara memperluas pasar ke retail modern.
“Kita bantu semuanya. Kita juga masukkan dalam pameran seperti BRI Expo. Waktu bulan Ramadan, kita gelar bazar di depan rumah BUMN,” ucap Ayu.
Melalui rumah BUMN, dia menegaskan komitmen BRI untuk memberdayakan UMKM di Sulawesi Selatan. Saat ini, pihaknya berfokus pada pelaku usaha di Makassar, Kabupaten Pinrang, dan Bulukumba mengingat kehadiran rumah BUMN di sana.
“Sebenarnya di seluruh daerah semua ada UMKM binaan kami. Kita biasanya juga melakukan visit,” tutup Ayu. (*)