Korban Serangan Anjing di Camba Bertambah, Kini Jadi 6 Orang
MAROS, GOSULSEL.COM — Niat hati ingin mencari keringat sehat di udara pagi yang segar, seorang warga berinisial G, justru harus dilarikan ke ruang unit gawat darurat, Kamis (07/05/2026). Sekitar pukul 06.18 WITA, wilayah Mallisu, tepatnya di Tangkuli, Kelurahan Cempaniga, mendadak mencekam akibat serangan anjing liar yang membabi buta.
Kejadian bermula saat G sedang melakukan rutinitas joging di depan Toko Putu Camba. Tanpa peringatan maupun gonggongan yang mencurigakan, seekor anjing liar muncul dan langsung menyerang.
Perlawanan sengit sempat terjadi, namun anjing tersebut berhasil mendaratkan gigitan di beberapa titik vital pergelangan tangan kiri, tangan kanan dan betis kanan.
G ternyata bukan satu-satunya sasaran. Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian teror anjing liar di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Muhammad Yunus, mengonfirmasi bahwa total ada enam warga yang menjadi korban keganasan hewan tak bertuan ini.
Korban mencakup berbagai rentang usia, diantaranya 3 orang dewasa, 2 orang lansia dan 1 orang anak-anak.
“Saat ini, satu pasien masih menjalani perawatan intensif di UGD Puskesmas Camba, sementara lima lainnya sudah diperbolehkan pulang,” ujar Yunus.
Pihak Dinas Kesehatan bergerak cepat untuk memutus risiko infeksi rabies. Mengingat anjing yang menyerang adalah anjing liar yang status kesehatannya tidak diketahui, seluruh korban diwajibkan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan gigitan hewan penular rabies.
Muhammad Yunus mengingatkan warga untuk tidak meremehkan gigitan sekecil apa pun dari hewan liar, terutama anjing, kucing, atau kera.
“Kalau ada warga yang digigit anjing, jangan ditunda. Segera bawa ke Puskesmas untuk dilakukan penanganan medis dan suntik vaksin rabies. Kecepatan penanganan adalah kunci,” tegasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga Maros, khususnya di wilayah Camba, untuk tetap waspada saat beraktivitas di luar ruangan pada pagi atau sore hari, terutama di area yang sering menjadi perlintasan anjing liar. (*)