#TRENDING

Triwulan I 2026, Penyaluran Pinjaman Daring Masyarakat Sulsel Capai Rp2,5 Triliun

Tuesday, 26 May 2026 | 14:20 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat penyaluran pinjaman daring (pindar) atau fintech peer-to-peer (P2P) lending mencapai Rp2,52 triliun pada Triwulan I 2026, tumbuh 32,26 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, peningkatan tersebut menandakan meningkatnya pemanfaatan layanan pembiayaan digital oleh masyarakat.

Selain pertumbuhan pada sektor fintech lending, kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Provinsi Sulawesi Selatan pada Triwulan I 2026 juga menunjukkan perkembangan yang positif di berbagai subsektor.

PT-Vale

Berdasarkan data OJK Sulselbar, penyaluran pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp19,26 triliun atau tumbuh 0,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total pembiayaan pada perusahaan modal ventura mencapai Rp368 miliar atau meningkat 0,56 persen secara tahunan.

“Capaian ini menunjukkan daya tahan sektor jasa keuangan non-bank dalam mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat maupun pelaku usaha di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang,” ujar Muchlasin.

Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada industri pergadaian. Total pembiayaan yang disalurkan sektor ini mencapai Rp12,57 triliun atau melonjak 61,08 persen secara tahunan. Capaian tersebut mencerminkan semakin luasnya peran pergadaian sebagai alternatif sumber pendanaan yang cepat dan mudah diakses oleh masyarakat serta pelaku usaha mikro dan kecil.

Di sisi lain, industri dana pensiun juga mencatat kinerja yang stabil. Total aset dana pensiun di Sulawesi Selatan tumbuh 6,31 persen menjadi Rp1,70 triliun pada Triwulan I 2026. Kondisi ini menunjukkan pengelolaan dana pensiun yang tetap terjaga dan berkelanjutan.

Sementara itu, nilai penjaminan pada lembaga penjaminan tercatat sebesar Rp1 triliun atau tumbuh 20,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mengindikasikan meningkatnya kebutuhan dukungan penjaminan bagi aktivitas pembiayaan dan investasi di daerah.

Pada sektor perasuransian di wilayah Sulawesi Selatan juga mencatat peningkatan yang cukup signifikan. Total premi asuransi tumbuh 29,90 persen secara tahunan menjadi Rp984 miliar. Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan keuangan dan pengelolaan risiko.

Adapun total klaim asuransi juga mengalami peningkatan sebesar 4,52 persen menjadi Rp499 miliar. Meski demikian, pertumbuhan premi yang lebih tinggi dibandingkan klaim menunjukkan industri asuransi di Sulawesi Selatan masih berada dalam kondisi yang sehat dan terus berkembang. (*)