385 Jemaah Haji Gowa Tiba di Tanah Air, Wabup Harap Jadi Agen Kebaikan di Masyarakat
MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa menyambut kepulangan 385 jemaah haji asal Kabupaten Gowa yang tergabung dalam Kloter 7 UPG Debarkasi Makassar. Rombongan tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sabtu (06/06/2026) malam, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Penyambutan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, sebagai bentuk perhatian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam mendampingi jemaah sejak proses keberangkatan hingga kembali ke daerah asal.
Darmawangsyah menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.
“Alhamdulillah, apa yang kita berangkatkan, itu pula yang kembali hari ini. Kita melihat wajah-wajah mereka penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Ini adalah nikmat yang patut kita syukuri karena seluruh jemaah kembali dalam keadaan sehat walafiat,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Darmawangsyah juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, khususnya penyelenggara haji dan umrah serta para petugas yang mendampingi jemaah selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, pengalaman spiritual yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji diharapkan dapat menjadi bekal bagi para jemaah untuk memberikan kontribusi positif setelah kembali ke lingkungan masing-masing.
“Kami berharap seluruh jemaah memperoleh predikat haji mabrur dan setelah kembali ke Kabupaten Gowa dapat menjadi teladan, tokoh masyarakat yang mampu membawa nilai-nilai kebaikan dan memperkuat kehidupan sosial serta keagamaan di lingkungannya,” katanya.
Dalam prosesi penyambutan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa secara resmi menerima kembali para jemaah haji dari pihak Debarkasi Makassar.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Gowa, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami menerima kembali masyarakat Kabupaten Gowa yang telah menunaikan ibadah haji,” ujar Darmawangsyah.
Sementara itu, Kepala Kementrian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Alim Bahri, turut mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah haji Kloter 7.
“Alhamdulillah, seluruh masyarakat Gowa tentu merasa gembira dan terharu karena jemaah haji kita yang tergabung dalam Kloter 7 telah kembali ke kampung halaman dalam keadaan sehat dan selamat,” ungkapnya.
Alim Bahri mengatakan bahwa ibadah haji bukan hanya menjadi perjalanan spiritual bagi umat Islam, tetapi juga diharapkan membawa dampak positif dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan setelah para jemaah kembali ke daerah masing-masing.
Ia berharap para jemaah mampu mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci dan berkontribusi dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan daerah.
“Kita semua berdoa agar para jemaah menjadi haji yang mabrur. Ketika kembali beraktivitas di tengah masyarakat, mereka dapat ikut menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta bersama-sama mendukung pembangunan Kabupaten Gowa agar semakin maju,” tuturnya.
Menurut Alim Bahri, doa-doa yang dipanjatkan para jemaah selama berada di Tanah Suci juga mencakup harapan bagi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Gowa.
“Bukankah salah satu doa yang mereka panjatkan di Tanah Suci adalah agar kampung halaman mereka, Kabupaten Gowa, senantiasa diberikan keamanan, ketenteraman, dan keberkahan. Semoga doa-doa tersebut diijabah Allah SWT dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Gowa,” katanya.
Jumlah jemaah haji asal Kabupaten Gowa yang kembali bersama Kloter 7 tercatat sebanyak 385 orang.
Salah seorang jemaah haji, Hamdana Dg Baji, mengungkapkan rasa syukur karena akhirnya dapat menunaikan ibadah haji setelah menunggu selama 16 tahun.
“Alhamdulillah, setelah menunggu 16 tahun akhirnya saya bisa menunaikan ibadah haji. Selama di Tanah Suci saya merasa nyaman, tidak ada beban dan bisa fokus beribadah. Alhamdulillah juga cuacanya tidak terlalu panas sehingga kami bisa menjalankan ibadah dengan tenang,” ujarnya.
Kepulangan ratusan jemaah haji ini menjadi momen penuh kebahagiaan bagi keluarga dan masyarakat Kabupaten Gowa. Selain menandai berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci, momentum tersebut juga diharapkan melahirkan pribadi-pribadi yang mampu membawa nilai kebaikan, keberkahan, serta semangat kebersamaan bagi lingkungan dan pembangunan daerah. (*)