Dihadiri Kepala BRIN, UMI Siapkan Solusi Pembangunan Berkelanjutan Melalui Konferensi Internasional SDGs

Monday, 08 June 2026 | 13:22 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui Program Pascasarjana (PPs) menggelar Conference on Sustainable Development and Its Impact in ASEAN and Global Context di Auditorium Al-Jibra, Jalan Urip Sumoharjo, Senin (8/6/2026).

Konferensi internasional ini yang juga rangkaian dari milad ke-72 UMI ini dihadiri langsung Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Arif Satria sekaligus membuka acara ini.

Selain itu, turut hadir Rektor UMI, Prof Hambali Thalib; Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar; Direktur PPs UMI, La Ode Husen; para Wakil Rektor, dan Dekan se-Fakultas UMI.

PT-Vale

Kepala BRIN, Prof Arif Satria menjelaskan bahwa isu SDGs atau tujuan pembangunan berkelanjutan menjadi prioritas pemerintah dan dunia saat ini. Konferensi internasional ini diharap membawa langkah nyata melalui inovasi.

“Ini sudah menjadi komitmen global, maka kita perlu melakukan langkah-langkah yang didasari oleh evidence yang kuat, didasari oleh data yang kuat,” jelasnya.

Dia mengingatkan bahwa terdapat 17 dari tujuan SDGs yang menjadi target. Namun, isu paling krusial saat ini yaitu perubahan iklim.

Untuk itu, menurutnya, harus ada inovasi seperti di sektor energi. Dia mengambil contoh sampah yang diubah menjadi bahan bakar.

“Sampah plastik ini kan tidak punya nilai sebagian. Nah, sampah yang tidak punya nilai ini kemudian oleh BRIN disulap untuk menjadi bahan bakar untuk nelayan. Jadi ini sangat penting,” lanjutnya Prof Arif Satria.

Sehingga, melalui konferensi internasional ini, dia berharap banyak ide-ide inovasi yang dihasilkan dari para akademisi yang hadir. Dengan itu, tujuan SDGs bisa tercapai lebih cepat.

“Semoga-moga dengan konferensi ini, semakin banyak perspektif yang bermunculan terkait dengan penyelesaian Sustainable Development Goals,” harapnya.

Selain Kepala BRIN, adapun para akademsi internasional yang hadir sebagai pembicara, di antaranya Prof. Dr. Sybe De Vries (Utrecht University, Netherland); Prof. Kazuma Ogawa, Ph.D.(Kanazawa University, Japan); Prof. Dr. Sihong Kim, (Specialist of Development Corporation Policy, Korea); Prof. Jose Maria De Dios Marcer (Universitat Autònoma de Barcelona); Prof. Dr. Jady Zaidi Hassim (University Kebangsaan Malaysia); Prof. Bambang Rudyanto (Wako University Tokyo, Japan); dan Dr. Gautam Kumar Jha, Ph.D. (Jawaharlal Nehru University, India).

Rektor UMI, Prof Hambali Thalib menegaskan UMI tidak ingin berhenti pada pencapaian administratif semata. Arah baru pengembangan riset UMI adalah transformasi dari budaya publikasi menuju budaya dampak, dari laboratorium menuju hilirisasi, serta dari pengetahuan menuju kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. 

“Paten yang baik bukanlah paten yang tersimpan, tetapi paten yang bekerja dan memberi manfaat. Karena itu kami ingin hasil riset berkembang menjadi teknologi tepat guna, produk industri, perusahaan rintisan berbasis inovasi kampus, dan solusi nyata yang digunakan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, UMI juga menyampaikan harapan untuk memperkuat kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada berbagai bidang strategis, seperti pusat riset halal, teknologi kelautan, pangan tropis, energi hijau, kecerdasan buatan, dan transformasi digital. UMI bahkan menawarkan gagasan besar menjadikan kampus sebagai Living LaboratorynIndonesia Timur untuk hilirisasi inovasi berbasis nilai-nilai keislaman. 

Selain menjadi tuan rumah International Conference Pascasarjana UMI 2026, UMI juga dipercaya menjadi lokasi Deklarasi ASEAN Law Networking Group, yang diharapkan semakin memperkuat jejaring akademik regional ASEAN melalui kolaborasi riset, publikasi internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kurikulum bersama. 

Terakhir, Prof. Hambali Thalib menyampaikan bahwa masa depan universitas tidak hanya ditentukan oleh besarnya infrastruktur yang dimiliki, melainkan oleh kemampuannya menghadirkan manfaat dan harapan bagi masyarakat.

“Jika BRIN adalah lokomotif riset nasional, maka UMI siap menjadi salah satu gerbong inovasi Indonesia Timur yang bergerak pada rel yang sama, yakni menghadirkan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (*)