OJK Sulselbar Catat Penghimpunan DPK di Perbankan Sulsel Tumbuh Positif
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat kinerja industri perbankan di Sulsel pada posisi bulan April tetap positif. Salah satunya penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terus bertumbuh.
Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin menyebutkan, di sisi penghimpunan DPK mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni 7,23 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp149,46 triliun. Capaian tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat yang tetap terjaga terhadap industri perbankan di tengah dinamika perekonomian.
“Pertumbuhan DPK yang konsisten menjadi indikator positif bagi stabilitas sektor perbankan kita di Sulawesi Selatan. Saat ini total DPK perbankan mencapai Rp149,46 triliun,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, struktur DPK di Sulsel masih didominasi oleh simpanan tabungan dengan porsi 60,72 persen dari total DPK. Selanjutnya, deposito berkontribusi sebesar 22,79 persen dan giro sebesar 16,50 persen.
Selain pertumbuhan dana masyarakat, fungsi intermediasi perbankan juga tetap berjalan dengan baik. Hal tersebut tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang berada pada level 116,82 persen.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa perbankan tetap menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dengan menyalurkan dana yang dihimpun kepada sektor produktif, sehingga diharapkan dapat terus mendukung aktivitas ekonomi dan pertumbuhan di Sulawesi Selatan,” katanya.
Secara keseluruhan, OJK menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan tetap stabil dan menunjukkan ketahanan hingga posisi April 2026.
Kondisi ini menandakan bahwa sektor jasa keuangan tidak memberikan pengaruh signifikan di tengah dinamika perekonomian global dan domestik. Terutama, pada meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, peningkatan inflasi global dan volatilitas pasar keuangan.
Muchlasin mengungkapkan bahwa stabilitas tersebut tercermin dari beberapa indikator sektor jasa keuangan. Salah satunya total aset perbankan tumbuh sebesar 5,29 persen yoy menjadi Rp215,79 triliun. (*)