Seharian Tanpa Uang Tunai, Masyarakat Gowa Andalkan Transaksi Pakai QRIS BRI
GOWA, GOSULSEL.COM – Masyarakat Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan punya kebiasaan baru. Mereka mulai bergantung pada transaksi digital ketimbang harus membawa uang tunai.
Pembayaran non tunai alias cashless ini sudah menjadi tren sejak era covid-19. Kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS memudahkan masyarakat bertransaksi lewat smartphone.
Bahkan, Zulfadly (25), warga Kecamatan Somba Opu, terbiasa tidak membawa uang selama seharian. Dia cukup menggunakan QRIS melalui BRImo, platform layanan perbankan digital dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk betransaksi.
Zulfadly mengaku, dari nongkrong di kafe hingga isi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU, semuanya dibayar lewat QRIS. Tidak ada sepeser pun uang tunai yang dipakai.
“Belanja cemilan di toko kelontongan juga sudah menyediakan pembayaran QRIS,” ujarnya saat ditemui, Selasa (23/6/2026).
Baginya, pembayaran dengan menggunakan QRIS lebih praktis. Uang yang dikeluarkan pas tanpa ada lagi pengembalian.
Zulfadly acap kali kesal ketika membayar pakai uang tunai namun pengembaliannya dalam bentuk uang recehan atau permen. Belum lagi, gampang tercecer jika tidak disimpan dengan baik.
“Kalau uang koin atau Rp2 ribuan kadang kalau disimpan di kantong celana, pas diambil hilang. Padahal bisa dipakai tambah beli sesuatu,” jelasnya.
Untuk itu, dia kini lebih sering menggunakan QRIS melalui aplikasi BRImo. Uang tunai hanya digunakan ketika bersedakah ke masjid atau bayar uang parkir.
“Biasa kotak amal di masjid tidak ada QRIS-nya jadi disiapkan saja,” tutup Zulfadly.
Kebiasaan tidak membawa uang tunai juga sering dilakukan Rizki Amalia (29), warga Kecamatan Pallangga.
Rizki Amalia (29), warga Kecamatan Pallangga menggunakan QRIS BRI untuk membayar jajanan di salah satu tenant/GOSULSEL
Sejak mengenal BRImo, dia lebih banyak memakai fitur QRIS-nya untuk berbelanja kebutuhan harian di minimarket. Uang tunai hanya dipersiapkan untuk hal darurat.
“Belanja di minimarket sebenarnya cepat kalau pakai QRIS,” ucapnya.
Begitu juga ketika transaksi rumah makan atau restoran saat makan bersama keluarga. Sebab hampir semua outlet sudah menerapkan pembayaran via QRIS.
“Kalau di Gowa itu sudah banyak yang menyediakan pembayaran non tunai. Jadi biar tidak bawa cash,” lanjut Rizki
Dia pun berharap semua merchant memberlakukan pembayaran menggunakan QRIS. Bukan cuma di Gowa namun juga di kabupaten lain di Sulawesi Selatan.
Sebab, ia yang juga hobi touring sering kali menemukan merchant hanya mengandalkan uang tunai. Padahal BRI telah menyiapkan pembayaran praktis lewat QRIS.
“Harusnya bisa semua diterapkan biar ada pilihan pembayaran lain untuk masyarakat,” tutup Rizki.
Adapun QRIS dari BRI bisa diakses melalui aplikasi BRImo yang diluncurkan pada 27 Februari 2019 sebagai bagian dari strategi transformasi bank terbesar di Indonesia itu mempermudah transaksi nasabah.
Selain itu, merchant juga dilengkapi EDC atau Electronic Data Capture, yaitu mesin pembayaran non tunai dari pelanggan secara cepat, aman, dan real-time. Mesin ini terhubung ke jaringan bank untuk memproses transaksi kartu debit, kartu kredit, uang elektronik, hingga QRIS.
Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto menyampaikan, BRImo tidak hanya menawarkan transaksi cepat dan praktis. Tingkat keamanannya juga tinggi.
“Jadi ini yang kita dorong ke masyarakat untuk cashless. Karena memang salah satu tugas kita di inklusi itu kan bagaimana meminimalisir atau menekan cashless,” katanya.
Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, BRI juga terus mendorong nasabah untuk memanfaatkan aplikasi tersebut. Salah satunya dengan cara edukasi.
Di samping itu, merchant juga diharap memasang QRIS dan menggunakannya sebagai alat pembayaran non tunai ketika nasabah BRI bertransaksi via BRImo.
“Kami minta mereka pasang QRIS di situ sambil ada upaya edukasi,” lanjut Iwan.
Regional Mikro Banking Head BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto/FOTO: AGUNG EKA-GOSULSEL
Sementara Regional Chief Executive Officer BRI Region 15 Makassar, D. Argo Prabowo mengungkapkan, aplikasi BRImo mengalami pertumbuhan positif dengan jumlah pengguna yang meningkat setiap tahunnya. Hal ini sekaligus membuktikan nasabah sudah bergantung pada transaksi digital ketimbang harus ke bank.
“Dari sisi transaksi juga luar biasa bahkan secara nasional juga BRI dapat apresiasi positif karena transaksi dan alat akseptasi yang meningkat tajam,” tutup Argo. (*)