Semester Pertama 2026, LKP SOBBI Sukses Gelar Tiga English Camp
SOPPENG, GOSULSEL.COM – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) SOBBI kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi bahasa Inggris generasi muda melalui penyelenggaraan tiga kegiatan English Camp di berbagai instansi pendidikan selama semester pertama tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Bone tersebut diikuti oleh total 272 peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
English Camp merupakan program pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri peserta dalam menggunakan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi. Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan menyenangkan melalui berbagai aktivitas edukatif yang mendukung pengembangan keterampilan berbahasa, karakter, serta keterampilan sosial peserta.
Direktur LKP SOBBI, Noprianto Paseru, S.E., menjelaskan bahwa English Camp dipilih sebagai salah satu program unggulan karena mampu menggabungkan pembelajaran bahasa Inggris dengan pengalaman nyata yang interaktif.
“Melalui English Camp, peserta tidak hanya belajar bahasa Inggris di dalam kelas, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung dalam berbagai kegiatan yang menyenangkan. Dengan demikian, kemampuan bahasa, karakter, dan keterampilan sosial peserta dapat berkembang secara bersamaan,” ujarnya.
Kegiatan English Camp pertama dilaksanakan bersama FK Institute pada 14–16 Februari 2026 di Lereng Hijau, Bulu Dua, Kabupaten Soppeng. Mengusung tema “Where Fun, Friendship, and English Come Together,” kegiatan ini diikuti oleh 47 peserta. Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran bahasa Inggris yang dipadukan dengan permainan edukatif dan kegiatan pengembangan karakter.
Program berikutnya diselenggarakan di SMP Athirah Bone pada 4–6 Mei 2026 yang berlokasi di SMP Athirah Bone, Kabupaten Bone. Dengan tema “Beyond the Words,” kegiatan ini diikuti oleh 130 peserta, menjadikannya English Camp dengan jumlah peserta terbanyak pada semester pertama tahun ini. Berbagai kegiatan interaktif yang diselenggarakan bertujuan membantu peserta memahami bahwa bahasa Inggris bukan sekadar kumpulan kosakata, tetapi juga sarana untuk mengekspresikan ide, membangun komunikasi, dan mengembangkan potensi diri.
Sementara itu, English Camp ketiga dilaksanakan bersama Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 19 Wajo pada 16–17 Juni 2026 di Bulu Tanah, Kabupaten Bone. Mengangkat tema “Break the Silence, Speak with Confidence,” kegiatan ini diikuti oleh 95 peserta. Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri peserta dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris melalui berbagai aktivitas praktik komunikasi yang interaktif dan menyenangkan.
Salah satu keunggulan dalam pelaksanaan English Camp yang diselenggarakan LKP SOBBI adalah kehadiran penutur internasional dari berbagai negara yang berinteraksi langsung dengan peserta selama kegiatan berlangsung. Kehadiran mereka memberikan pengalaman belajar yang lebih autentik karena peserta dapat mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris secara langsung dalam situasi komunikasi nyata. Melalui interaksi tersebut, peserta tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai budaya, cara berkomunikasi, serta perspektif global yang memperkaya pengalaman belajar mereka.
Secara keseluruhan, ketiga kegiatan English Camp tersebut berhasil menjangkau 272 peserta, terdiri atas 47 peserta dari FK Institute, 130 peserta dari SMP Athirah Bone, dan 95 peserta dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 19 Wajo.
Menurut Noprianto Paseru, S.E., keberhasilan pelaksanaan tiga English Camp dalam kurun waktu enam bulan menjadi bukti tingginya antusiasme peserta dan dukungan berbagai institusi terhadap program pengembangan kemampuan bahasa Inggris.
“Kami percaya bahwa kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu keterampilan penting di era global. Melalui program English Camp, peserta tidak hanya belajar berbicara dalam bahasa Inggris, tetapi juga belajar membangun kepercayaan diri, kepemimpinan, kerja sama, dan kemampuan beradaptasi. Kehadiran penutur internasional dalam kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata sehingga peserta semakin termotivasi untuk menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Melalui berbagai program inovatif yang dilaksanakan secara berkelanjutan, LKP SOBBI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang penguasaan bahasa Inggris dan pengembangan keterampilan abad ke-21. Ke depan, LKP SOBBI berharap dapat menjangkau lebih banyak peserta dan institusi pendidikan sehingga manfaat program English Camp dapat dirasakan oleh lebih banyak generasi muda di Sulawesi Selatan. (*)