#TRENDING

Bukan Hanya Sistem, UMI Connection Turut Mengubah Mindset Sivitas Akademika

Monday, 27 July 2026 | 14:23 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Ketika berbicara tentang transformasi digital, banyak orang langsung membayangkan teknologi: komputer yang lebih canggih, jaringan internet yang lebih cepat, atau aplikasi yang lebih modern. Namun bagi Universitas Muslim Indonesia (UMI), perubahan terbesar justru dimulai dari sesuatu yang tidak terlihat, yaitu cara berpikir manusianya.

Inilah makna terdalam dari UMI Connection.

Memasuki fase berikutnya dalam perjalanan transformasi digital, UMI kini memfokuskan langkah pada pembangunan budaya baru yang akan menjadi fondasi seluruh perubahan. Sebab, secanggih apa pun teknologi yang dimiliki, manfaatnya tidak akan optimal jika masih digunakan dengan pola pikir lama.

PT-Vale

Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, melainkan membangun cara pandang baru seluruh sivitas akademika dalam menghadapi masa depan.

“Perubahan terbesar bukan ketika kampus memiliki teknologi yang lebih canggih. Perubahan terbesar terjadi ketika manusianya mulai berpikir lebih terbuka, lebih kolaboratif, lebih bertanggung jawab, dan lebih siap belajar sepanjang hayat. Itulah yang sedang kami bangun di UMI. Kami ingin setiap insan UMI bertumbuh bersama perubahan, bukan sekadar menjadi penonton perubahan.”

Menurut Rektor, UMI Connection menjadi sarana untuk membangun budaya akademik yang semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan jati diri UMI sebagai kampus ilmu dan ibadah.

Transformasi ini menjadi semakin penting karena dunia pendidikan tinggi sedang memasuki babak baru. Generasi Z telah akrab dengan kehidupan digital, sementara Generasi Alfa akan tumbuh bersama Artificial Intelligence. Karena itu, perguruan tinggi tidak cukup hanya menyediakan teknologi, tetapi juga harus membentuk manusia yang mampu memanfaatkannya secara cerdas, beretika, dan bertanggung jawab.

Melalui UMI Connection, UMI mulai membangun cara berpikir baru di seluruh lini organisasi.

Jika dahulu setiap unit lebih banyak bekerja dalam batas organisasinya masing-masing, kini seluruh unit didorong untuk berpikir sebagai satu universitas yang saling terhubung.

Jika dahulu data tersebar di berbagai unit, kini UMI mengarah pada konsep One Data University, sehingga seluruh informasi memiliki sumber yang sama dan dapat dimanfaatkan bersama sebagai dasar pengambilan keputusan.

Jika dahulu laporan lebih banyak dipandang sebagai dokumen administrasi, kini data menjadi aset strategis yang mampu melahirkan inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat tata kelola.

Jika dahulu keputusan sering diambil setelah persoalan muncul, kini UMI membangun budaya pengambilan keputusan berbasis data (evidence-based governance) agar mampu membaca peluang sekaligus mengantisipasi tantangan lebih awal.

Wakil Rektor II UMI, Prof. Dr. Ir. Zakir Sabara H.W., S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., menjelaskan bahwa perubahan pola pikir merupakan investasi terbesar dalam transformasi digital universitas.

“UMI Connection mengajarkan bahwa teknologi hanyalah alat. Nilai terbesar tetap berada pada manusianya. Karena itu, sebelum membangun sistem, kami membangun kepercayaan. Sebelum mengintegrasikan data, kami mengintegrasikan cara berpikir. Ketika cara berpikir berubah, teknologi akan menjadi penguat. Ketika cara berpikir tetap lama, teknologi hanya akan menjadi pajangan.”

Sebagai fondasi budaya baru tersebut, UMI Connection dibangun di atas lima prinsip utama.

Think Connected — melihat UMI sebagai satu ekosistem yang saling terhubung sehingga keberhasilan satu unit menjadi keberhasilan bersama.

Work Integrated — membangun proses kerja yang semakin sederhana, terintegrasi, dan saling mendukung melalui ekosistem digital yang sama.

Serve Wholeheartedly — menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, lebih ramah, lebih responsif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa serta masyarakat.

Decide with Evidence — menjadikan data yang akurat dan analisis yang objektif sebagai dasar dalam setiap pengambilan keputusan.

Grow Together — memastikan transformasi digital menjadi perjalanan bersama agar seluruh keluarga besar UMI terus belajar, berkembang, dan melangkah dalam arah yang sama.

Kelima prinsip tersebut akan diterapkan secara bertahap di seluruh lingkungan UMI, mulai dari tingkat universitas, fakultas, program studi, hingga unit-unit pelayanan.

UMI meyakini bahwa universitas masa depan bukanlah universitas yang paling banyak menggunakan teknologi, melainkan universitas yang paling mampu membangun manusia yang adaptif, kolaboratif, dan berintegritas.

Karena itulah, melalui UMI Connection, UMI tidak hanya membangun sistem digital, tetapi juga membangun budaya yang siap menghadapi perubahan. Sebab pada akhirnya, teknologi dapat dibeli dan aplikasi dapat dikembangkan, tetapi budaya yang kuat hanya dapat dibangun oleh manusia yang memiliki visi, kemauan untuk terus belajar, dan semangat bertumbuh bersama.

UMI Connection. Menghubungkan Data. Menguatkan Manusia. Membangun Masa depan. (*)