#TRENDING

Gowa Bidik Investasi Rp1,3 Triliun, Proyek Ubah Sampah Jadi Listrik Masuki Pembahasan Lanjutan

Wednesday, 29 July 2026 | 16:44 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Kabupaten Gowa berpeluang menjadi lokasi pembangunan salah satu fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste-to-energy) terbesar di Sulawesi Selatan. Peluang tersebut mengemuka setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa kembali menggelar pembahasan dengan perusahaan energi asal Kanada, Portage Energy Group Inc., terkait rencana investasi senilai USD 80 juta atau sekitar Rp1,3 triliun.

Pertemuan lanjutan yang berlangsung pada Selasa (28/07/2026) di Ruang Rapat Wakil Bupati Gowa itu difokuskan pada pemaparan konsep pembangunan fasilitas modern yang dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah setiap hari menjadi energi listrik berkapasitas sekitar 20 megawatt (MW). Selain menghasilkan listrik, proyek ini juga diharapkan mampu mengurangi emisi karbon dan mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah.

Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mengatakan pemerintah daerah menyambut baik rencana investasi tersebut. Menurutnya, proyek ini bukan hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga mendukung arah pembangunan berkelanjutan yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Gowa.

PT-Vale

“Hari ini kami menindaklanjuti pembahasan bersama Portage Energy dan telah mendengarkan langsung presentasi mengenai rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern yang dapat menghasilkan energi listrik. Kami juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proses investasi, termasuk perizinannya, dapat berjalan melalui mekanisme yang terintegrasi,” jelas Darmawangsyah.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah pusat juga memberikan dukungan terhadap rencana tersebut karena selaras dengan kebijakan nasional mengenai percepatan pengelolaan sampah, termasuk pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mendorong penghentian praktik open dumping di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Gowa telah menyiapkan lahan seluas sekitar delapan hektare yang dinilai layak untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.

“Kami sudah meninjau lokasi yang direncanakan. Kebutuhan lahannya sekitar delapan hektare dan secara teknis telah memenuhi persyaratan. Selanjutnya, rencana ini akan dibahas lebih komprehensif bersama seluruh pihak terkait,” ungkap Darmawangsyah.

Tak hanya menyiapkan lokasi, pemerintah daerah juga memastikan kesiapan dalam mendukung operasional fasilitas nantinya, termasuk menjamin ketersediaan sampah sebagai bahan baku utama.

Saat ini, volume sampah yang masuk ke TPA Kabupaten Gowa mencapai sekitar 400 ton per hari. Sebanyak 250 ton di antaranya belum masuk dalam skema kerja sama pengelolaan, sedangkan sekitar 150 ton lainnya masih berada dalam tahap implementasi maupun penyesuaian perjanjian.

Untuk memenuhi kebutuhan fasilitas saat beroperasi penuh, Pemkab Gowa juga membuka peluang kerja sama dengan daerah lain di kawasan metropolitan Mamminasata agar pasokan sampah dapat mencapai target 1.000 ton per hari.

Sementara itu, Chief Commercial Officer Portage Energy Group Inc., Stephen Akpakwu, menilai Gowa memiliki peluang besar untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi energi yang memberi manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

“Kami melihat peluang besar untuk mencapai dua tujuan sekaligus, yaitu memanfaatkan sampah secara optimal dan mengubahnya menjadi energi listrik yang bermanfaat,” jelas Stephen.

Ia menjelaskan, proyek tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan dampak ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan nilai tambah dari pengelolaan sampah.

“Kami ingin memulai dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat sehingga manfaat proyek ini dapat dirasakan langsung oleh warga Gowa maupun daerah sekitarnya. Sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi dapat diubah menjadi sumber nilai ekonomi,” harap Stephen.

Apabila seluruh tahapan dapat direalisasikan sesuai rencana, fasilitas waste-to-energy tersebut diharapkan menjadi tonggak baru dalam sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Gowa. Selain menghasilkan energi baru terbarukan, proyek ini juga diproyeksikan mendukung pengurangan emisi karbon sekaligus menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Inspektur Inspektorat Daerah, Plt. Kepala Dinas PUPR, Kepala Bagian Kerja Sama, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Bappeda Kabupaten Gowa. (*)