Berkontribusi di KKI 2026, UMKM Sulsel Catatkan Transaksi Rp1,028 Miliar
JAKARTA, GOSULSEL.COM – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Sulawesi Selatan (Sulsel) ikut ambil bagian dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai ajang pameran untuk pelaku usaha.
Kegiatan yang berlangsung di JICC Jakarta itu kini resmi ditutup dengan seremoni pada (23/8/2026). Hadir Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman untuk menutup acara tersebut.
KKI ditutup dengan pencapaian transaksi sebesar Rp1,028 miliar dari UMKM Sulsel, yang terdiri atas Rp215 juta dari pameran luring dan Rp813 juta dari pameran online.
Tiga UMKM wastra Sulsel, yaitu Losari Silk dan Arni Kurnia Silk dari Wajo serta Pio Etnik dari Toraja Utara, berpartisipasi dalam pameran luring. Selain itu, sebanyak 21 UMKM Sulawesi Selatan turut berpartisipasi dalam pameran KKI Online dengan beragam produk, mulai dari wastra, ready to wear (RTW), makanan dan minuman olahan, kopi, hingga kriya.
Selain dari segi transaksi, sebanyak 7 UMKM binaan Bank Indonesia Sulsel turut mengikuti 15 sesi BM ekspor dengan 10 buyer/aggregator dan menghasilkan 6 Letter of Intent (LoI) dengan potensi transaksi ekspor sebesar Rp380,75 juta. Kesepakatan tersebut antara lain melibatkan produk kopi dari Sulawesi Selatan dengan mitra di Kanada, Singapura, dan Amerika Serikat, serta produk lainnya dengan mitra pasar di Singapura.
Keikutsertaan UMKM Sulawesi Selatan dalam KKI diharapkan semakin membuka eksposur, akses pasar, dan peluang kemitraan, baik di tingkat nasional maupun global.
Secara keseluruhan, penjualan sementara KKI 2026 mencapai Rp144,2 miliar, meningkat 46% dibandingkan capaian 2025. Selain itu, Business Matching (BM) ekspor mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara, sementara BM pembiayaan mencapai Rp285 miliar, meningkat 30,3% dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, dan jejaring bisnis, baik di dalam maupun luar negeri.
Lebih dari sekadar mencatatkan peningkatan transaksi, KKI 2026 menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem UMKM Indonesia agar semakin berdaya, inovatif, dan mampu menembus pasar global. Melalui kolaborasi berbagai pihak, KKI mempertemukan UMKM dengan peluang pasar, pembiayaan, jejaring bisnis, serta pengembangan kapasitas dan inovasi. Pendekatan tersebut menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak berhenti pada promosi dan transaksi, tetapi diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan mendorong UMKM naik kelas.
“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” ujar Aida S. Budiman.
Penguatan ekosistem tersebut dibangun melalui sinergi yang luas. KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia, dengan hampir 560 UMKM berpartisipasi secara luring menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda. KKI 2026 juga didukung 27 kementerian/lembaga serta 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Pengembangan, kurasi, dan perluasan akses pasar UMKM turut didukung oleh jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan 5 Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia. Sinergi tersebut menjadi kekuatan dalam membangun ekosistem UMKM Indonesia yang semakin terhubung dan berdaya saing.
Penguatan ekosistem KKI juga dilakukan melalui pengembangan talenta dan potensi daerah. Salah satunya melalui Cangkir Barista, program pengembangan wirausaha kopi melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi nasional, dan pendampingan usaha bagi barista. Selain itu, Citra Nusa menjadi wadah penguatan daya saing UMKM wastra melalui peningkatan kapasitas, inovasi desain, dan pengembangan produk berorientasi ekspor. (*)