Deretan UMKM Binaan BI Sulsel Ikut Business Matching Ekspor KKI, Bersiap Go Internasional
MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaannya untuk menembus pasar internasional.
Untuk itu, BI Sulsel mengikutkan tujuh UMKM dalam business matching ekspor di Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang digelar pada tanggal 20-22 Agustus 2026 di Jakarta dan terbagi dalam 14 sesi offline dan 1 sesi online.
Adapun UMKM peserta business matching ekspor secara offline tersebut diantaranya Kopi Luwak Malino (Gowa), CV Panrita Jaya Group (Makassar), Kopivolusi Niwa Indonesia (Makassar), Sehati Kopi (Makassar), My Coffeeza Indonesia (Enrekang), dan PT Bunly Abadi Bersama (Makassar). Sedangkan UMKM peserta business matching secara online yaitu CV Al Razak Corp (Enrekang).
Pada KKI 2026, kegiatan Business Matching juga telah disepakati Letter of Intent (LOI) UMKM Sulsel dengan buyer dari LN. Nilai potensi transaksi ekspor diperkirakan mencapai lebih dari Rp380,75 juta.
Adapun 3 besar UMKM Sulsel berdasarkan nilai LOI, yaitu (a) Kopi Luwak Malino (kopi Arabica Malino) dengan PT Cahaya Abadi Terbit (Kanada) senilai Rp245 juta; (b) CV Panrita Jaya Group (kopi Arabica Toraja dan Arabica Enrekang) dengan PT Sumber Kurnia Alam (Singapura) senilai Rp92,25 juta; dan (c) Kopi Luwak Malino (kopi Arabica Malino) dengan PT Sumber Kurnia Alam (Singapura) senilai Rp32 juta.
Penandatanganan ini disaksikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, dan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Maman Abdurrahman. “Bank Indonesia berperan sebagai katalis dalam memperkuat pembiayaan UMKM dari sisi supply dan demand.” ujar Aida.
Tidak hanya itu, produk UMKM lainnya juga sedang melalui proses market test dan pengiriman sample product, seperti (a) My Coffeeza Indonesia (kopi Arabica Enrekang) dengan Indonesia Specialty Coffee (ISC) dan Indonesia Trading House Guangzhou/ITHG (Tiongkok); (b) Kopivolusi (kopi Arabica) dengan Dua DC Coffee (Amerika Serikat); dan (c) PT Bunly Abadi Bersama (kacang mete) dengan Toko Indo (Singapura) dan Etoobai (Amerika Serikat).
Melalui KKI 2026, BI Sulsel bersama stakeholders terkait senantiasa terus meningkatkan daya saing UMKM di pasar global demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. (*)