#TRENDING

BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga 5,7 Persen pada 2026

Thursday, 06 August 2026 | 21:53 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

JAKARTA, GOSULSEL.COM – Bank Indonesia (BI) memperkirakan perekonomian Indonesia tetap tumbuh positif sepanjang 2026 dengan kisaran pertumbuhan 4,9% sampai 5,7% secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang permintaan domestik yang tetap terjaga berkat sinergi kebijakan pemerintah dan bank sentral.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan bank sentral terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Ramdan dilansir dari situs BI, Kamis (6/8/2026).

PT-Vale

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Rabu (5/8/2026), ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan pada kuartal II 2026. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan kuartal I 2026 yang mencapai 5,61%.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 terutama ditopang aktivitas ekonomi domestik.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didukung momentum libur sekolah dan berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Sementara konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 15,97%. Peningkatan tersebut didorong realisasi belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji ke-13, serta belanja barang dan jasa untuk program makan bergizi gratis (MBG).

Sementara itu, konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 6,93%.

Investasi juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 6,87%, terutama ditopang peningkatan subkomponen kendaraan serta investasi pemerintah dan swasta seiring meningkatnya realisasi penanaman modal.

Adapun ekspor tumbuh 4,13% secara tahunan. Hal itu disebabkan meningkatnya permintaan dari sejumlah mitra dagang utama Indonesia.

Dari sisi lapangan usaha, sejumlah sektor utama masih mencatat pertumbuhan yang baik. Industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, serta informasi dan komunikasi menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi seiring dengan terjaganya permintaan domestik.

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga mencatat pertumbuhan positif. Kinerja tersebut didukung peningkatan tingkat hunian hotel serta semakin luasnya jangkauan penerima manfaat program MBG.

Secara spasial, wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi pada kuartal II 2026. Setelah itu, pertumbuhan diikuti Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, serta Maluku dan Papua. (*)