#TRENDING

OJK Sulselbar Sebut Kinerja Perbankan Syariah Positif, Aset Tumbuh 30,80% Jadi Rp23,89 Triliun

Monday, 17 August 2026 | 20:51 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Sektor perbankan syariah di Sulawesi Selatan terus menujukkan pertumbuhan kinerja yang positif hingga bulan Juni 2026.

Hal itu tercemin pada data yang dirilis baru-baru ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar).

Menurut laporan kinerja industri keuangan OJK Sulselbar, pertumbuhan positif tersebut terlihat dari peningkatan aset, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), hingga penyaluran pembiayaan.

PT-Vale

Adapun aset perbankan syariah tumbuh 30,80 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp23,89 triliun. Berikutnya, penghimpunan DPK juga sebesar Rp16,18 triliun atau naik 30,62 persen, sedangkan pembiayaan tumbuh 24,28 persen menjadi Rp19,35 triliun.

Selain itu, kinerja tersebut turut mendorong peningkatan pangsa pasar aset perbankan syariah menjadi 10,87 persen.

“Pertumbuhan kinerja perbankan syariah tersebut jauh berada di atas kinerja industri perbankan secara keseluruhan di Sulawesi Selatan,” ujar Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin beberapa waktu yang lalu.

Sementara dari sisi intermediasi, perbankan syariah mencatat tingkat intermediasi sebesar 119,64 persen. Lalu, rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) berada pada level 2,27 persen.

Pertumbuhan pembiayaan tersebut menunjukkan perbankan syariah tidak hanya berkembang dari sisi penghimpunan dana masyarakat, tetapi juga meningkatkan perannya dalam menyalurkan pembiayaan untuk kebutuhan ekonomi masyarakat dan dunia usaha. (*)