TP PKK Gowa Bekali Kader, Keluarga Didorong Siap Hadapi Bencana
GOWA, GOSULSEL.COM — Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa mendorong keluarga agar lebih siap menghadapi bencana dengan membekali para kader pengetahuan tentang langkah-langkah penanganan dalam situasi darurat.
Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) Siaga Kebakaran Lingkungan yang digelar Pokja IV TP PKK Gowa di Hotel Golden Tulip Makassar, Jumat (25/09/2026).
Ketua TP PKK Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, menilai kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Sebab, berbagai kejadian seperti banjir, kebakaran, dan angin kencang dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga masyarakat perlu mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika keadaan darurat terjadi.
Melalui kegiatan tersebut, kader PKK diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu meneruskannya kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
“Pada intinya hari ini kita diberikan ilmu dan informasi untuk kemudian disampaikan kembali di kecamatan masing-masing. Tujuannya agar kita mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru, kemudian menyampaikan informasi yang kita peroleh kepada masyarakat,” sebut Andi Tenri Indah saat membuka kegiatan.
Istri Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, itu menekankan bahwa edukasi kebencanaan tidak boleh berhenti pada kalangan orang dewasa. Anak-anak juga perlu dibekali pemahaman mengenai tindakan penyelamatan diri, termasuk mengetahui lokasi aman yang dapat dituju ketika terjadi banjir atau kebakaran.
Dengan pengetahuan tersebut, setiap anggota keluarga diharapkan dapat mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi berbahaya, sekaligus mengurangi risiko akibat kurangnya pemahaman tentang penanganan bencana.
Selain kesiapsiagaan bencana, Andi Tenri Indah mengajak kader PKK kembali menghidupkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kita semua harus memiliki rasa peduli terhadap kebersihan lingkungan masing-masing,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal. Kepedulian terhadap kebersihan perlu diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar menjadi imbauan.
Bagi TP PKK Gowa, keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang lebih sehat sekaligus meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Ketua Pokja IV TP PKK Gowa, Jasmin, menjelaskan bahwa bimtek tersebut dirancang untuk memberikan bekal kepada pengurus PKK tingkat kecamatan agar mampu bertindak ketika menghadapi persoalan kebencanaan di wilayah masing-masing.
“Kegiatan ini diharapkan semua teman-teman pengurus PKK se-Kecamatan yang ada di Kabupaten Gowa ketika mendapatkan atau menghadapi situasi yang berhubungan dengan kebencanaan tidak panik, tidak bingung dan bisa berbuat sesuatu ketika terjadi bencana di wilayah masing-masing,” ujar Jasmin.
Ia menambahkan, pengetahuan dan kesiapan peserta juga akan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam pelaksanaan Supervisi, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan (SMEP) oleh Pokja IV TP PKK Gowa.
“Harapannya sebenarnya peserta yang hadir di sini adalah lokus yang kemudian juga akan menjadi sasaran ketika teman-teman Pokja turun ke kecamatan untuk melakukan SMEP. Karena pasti ini akan jadi salah satu penilaian,” tandasnya.
Melalui pembekalan tersebut, TP PKK Gowa berharap kader di tingkat kecamatan dapat menjadi penggerak edukasi kebencanaan dan perilaku hidup bersih di tengah masyarakat. Dengan begitu, kesiapan menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada respons ketika musibah terjadi, tetapi juga dibangun melalui pengetahuan, kepedulian, dan kebiasaan yang dimulai dari rumah. (*)