#TRENDING

Pemkab Gowa Ajak Warga Terlibat Langsung dalam Pembangunan Lewat TMMD ke-130

Friday, 30 October 2026 | 14:28 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa berharap pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian masyarakat dalam membangun wilayahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, mengatakan keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat lebih luas dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-130 Mabesad, Kolonel Inf Andi Triasmoro, di Desa Kalebarembeng, Kecamatan Bontonompo, Kamis (29/10/2026).

PT-Vale

Menurut Andy Azis, program TMMD merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan dukungan pembangunan melalui kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan warga. Terlebih, tidak semua kecamatan di Kabupaten Gowa memperoleh kesempatan yang sama untuk menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut.

“Tidak semua kecamatan di Gowa mendapatkan program TMMD, sehingga masyarakat Bontonompo harus mendukung program ini. Selama ini, hal-hal yang belum terjangkau oleh pemerintah, baik kabupaten, kecamatan, maupun desa, diintervensi langsung oleh TNI melalui Kodim sebagai bentuk kolaborasi,” jelas Andy Azis.

Ia menjelaskan, kehadiran TMMD menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam menjangkau kebutuhan masyarakat, terutama pada wilayah yang masih membutuhkan pembangunan infrastruktur dan pelayanan lainnya.

Bagi Pemkab Gowa, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada program pemerintah. Semangat gotong royong dan swadaya warga justru diharapkan dapat melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan melalui TMMD.

Andy Azis mencontohkan pembangunan jalan tani di lokasi kegiatan. Pekerjaan yang awalnya dilakukan TNI sepanjang 10 meter kemudian diteruskan melalui dukungan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat hingga mencapai 15 meter.

“Inilah yang kita harapkan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, TNI, dan Polri dalam penyelenggaraan pemerintahan,” harapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa TMMD tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik. Berbagai kegiatan penyuluhan dan pemberdayaan yang dilaksanakan di dalamnya turut memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas kehidupan.

Sementara itu, Ketua Tim Wasev TMMD ke-130 Mabesad, Kolonel Inf Andi Triasmoro, menjelaskan kunjungan timnya bertujuan memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai rencana, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pencapaian sasaran hingga penggunaan anggaran.

Ia menegaskan, manfaat kehadiran TNI di tengah masyarakat harus tetap dirasakan meskipun seluruh rangkaian kegiatan TMMD telah berakhir.

“Kita ingin memastikan kehadiran TNI benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya selama kegiatan berlangsung, tetapi juga setelah seluruh program selesai dilaksanakan,” kata Andi Triasmoro.

Andi Triasmoro juga mengingatkan Satgas TMMD agar menjaga kualitas pekerjaan, meningkatkan koordinasi, mengoptimalkan kegiatan nonfisik, serta memastikan seluruh kegiatan dan administrasi terdokumentasi dengan baik.

Ia turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Gowa terhadap pelaksanaan TMMD, baik melalui anggaran, personel, sarana dan prasarana, kebijakan, maupun partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong.

Di sisi lain, Dandim 1409/Gowa sekaligus Komandan Satgas TMMD ke-130, Letkol Arm Sapari, mengungkapkan sebanyak 150 personel diterjunkan dalam program tersebut. Mereka terdiri atas 23 personel Pok Komando Satgas, 115 personel Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polresta, serta 12 personel Tim Asistensi.

Untuk sasaran fisik, Satgas TMMD mengerjakan pengerasan jalan sepanjang 2.300 meter dengan lebar 4 meter di Dusun Bontomanai, Desa Kalebarembeng. Pembangunan juga mencakup talud sepanjang 1.750 meter dan dua unit plat deker.

Pekerjaan infrastruktur tersebut didukung penggunaan sejumlah alat berat, seperti ekskavator, grader, dan bomag, guna memperlancar akses masyarakat, khususnya petani yang hendak menuju lahan pertanian.

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-130 juga menyasar peningkatan kapasitas masyarakat melalui penyuluhan hukum, kesehatan, serta tanaman pangan dan hortikultura.

Sejumlah program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) turut dilaksanakan, meliputi pembangunan enam sumur melalui program Manunggal Air, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penguatan ketahanan pangan, penanaman 1.500 bibit pohon keras dan buah-buahan, serta penanganan stunting melalui penyaluran 100 paket sembako bagi keluarga berisiko stunting.

Pemkab Gowa berharap berbagai kegiatan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Bontonompo. Tidak hanya membuka akses wilayah dan mendukung aktivitas pertanian, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian bersama dalam menjaga serta melanjutkan hasil pembangunan desa. (*)