#TRENDING
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin (tengah), saat menghadiri rapat koordinasi persiapan Expo UMKM Haji 2026 di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Selasa (13/10/2026)

Wabup Gowa Bidik Peluang Ekonomi dari Expo UMKM Haji 2026

Wednesday, 14 October 2026 | 21:38 Wita - Editor: A Nita Purnama -

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melihat pelaksanaan Expo UMKM Haji 2026 sebagai peluang untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, berharap pelaku usaha setempat dapat memanfaatkan kegiatan berskala nasional tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Expo UMKM Haji 2026 dijadwalkan berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Lapangan Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa. Sebagai tuan rumah, Pemkab Gowa menyatakan kesiapannya mendukung kelancaran kegiatan yang diperkirakan menghadirkan sekitar 17 ribu jamaah haji dan umrah tersebut.

Bagi Darmawangsyah, penyelenggaraan agenda nasional tidak cukup hanya dinilai dari kemeriahan acara. Kehadiran pengunjung dalam jumlah besar juga perlu dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

PT-Vale

“Justru kegiatan-kegiatan seperti inilah yang membuat kami semangat dan tertarik. Semakin banyak event nasional, semakin kuat dan maju Gowa. Kami sangat siap menjadi tuan rumah yang baik,” sebut Darmawangsyah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri rapat koordinasi persiapan Expo UMKM Haji 2026 di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Selasa (13/10/2026).

Ia menilai, meningkatnya kunjungan selama pelaksanaan expo berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor usaha. Mulai dari perdagangan, kuliner, transportasi, hingga jasa dan kerajinan, semuanya diharapkan ikut merasakan manfaat dari aktivitas ekonomi yang tumbuh selama kegiatan berlangsung.

Karena itu, Darmawangsyah mendorong agar pelaku UMKM Gowa mendapat kesempatan untuk menampilkan dan memasarkan produk mereka. Kerajinan tangan serta hasil bumi daerah menjadi bagian dari potensi lokal yang dinilai layak diperkenalkan kepada khalayak lebih luas.

“Kami berharap UMKM masyarakat, khususnya kerajinan tangan dan hasil bumi Kabupaten Gowa, bisa hadir dan mengambil bagian dalam expo ini. Kami ingin kegiatan ini meninggalkan kesan yang baik bagi para pengunjung sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Pemkab Gowa berharap kesempatan menjadi tuan rumah dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, menjangkau calon pembeli baru, serta membangun peluang pemasaran yang berkelanjutan setelah kegiatan berakhir.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, H. Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa expo tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan ekonomi dan UMKM yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

“Dalam struktur Kementerian Haji dan Umrah, terdapat direktorat jenderal yang mengelola pengembangan ekonomi dan UMKM terkait haji dan umrah. Untuk itu, kami mendapatkan tugas melaksanakan Expo UMKM Haji 2026 dan menunjuk Kabupaten Gowa sebagai tuan rumahnya,” sebut Ikbal.

Menurut Ikbal, Lapangan Sultan Hasanuddin dipilih karena menjadi salah satu lokasi yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan. Panitia menargetkan sekitar 17 ribu jamaah haji dan umrah dapat menghadiri rangkaian kegiatan tersebut.

Selama tiga hari pelaksanaan, expo akan menghadirkan sejumlah agenda yang memadukan kegiatan keagamaan, promosi UMKM, hiburan, dan aktivitas kebugaran.

Pembukaan dijadwalkan pada Jumat (16/10/2026) malam oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan. Agenda pembukaan direncanakan diisi pengajian akbar dengan menghadirkan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, sebagai penceramah.

Pada Sabtu (17/10/2026), kegiatan dilanjutkan dengan manasik akbar di Masjid Syekh Yusuf, peragaan busana bernuansa Arab, serta hiburan musik. Sementara itu, rangkaian acara pada Minggu (18/10/2026) dijadwalkan ditutup dengan kegiatan jalan santai.

Di sisi lain, Pemkab Gowa juga menaruh perhatian pada kesiapan teknis agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib. Darmawangsyah menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak, terutama dalam menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lokasi kegiatan.

“Ini penting untuk kita kerjakan secara bergotong royong. Kami berharap seluruh pihak berkolaborasi, termasuk dalam pengamanan dan penanganan sampah, sehingga lokasi kegiatan tetap bersih, aman, dan nyaman bagi jamaah maupun masyarakat,” ujarnya.

Dukungan lintas sektor akan melibatkan unsur terkait, termasuk Satpol PP, Polresta Gowa, TNI, dan Dinas Lingkungan Hidup, sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan kegiatan.

Pemkab Gowa berharap Expo UMKM Haji 2026 tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi kesempatan bagi usaha masyarakat untuk berkembang melalui promosi dan perluasan jaringan pemasaran.

Dengan keterlibatan pelaku UMKM serta kesiapan seluruh unsur pendukung, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi Kabupaten Gowa kepada pengunjung dari berbagai daerah. (*)