#TRENDING
Wakil Bupati Gowa, Darmawansyah Muin, saat memberikan bantuan paket sembako kepada puluhan guru honorer, di Kantor PGRI Gowa, Selasa (17/03/2026)/FOTO: Instagram @pemkab.gowa

Kolaborasi PGRI dan Baznas, Wabup Gowa Serahkan Bantuan Sembako untuk Guru Honorer

Tuesday, 17 March 2026 | 22:41 Wita - Editor: A Nita Purnama - Reporter: Sri Wahyuni

BACA JUGA

GOWA, GOSULSEL.COM — Puluhan guru honorer di Kabupaten Gowa menerima bantuan paket sembako hasil kolaborasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Gowa, Darmawansyah Muin, di Kantor PGRI Gowa, Selasa (17/03/2026).

Sebanyak 80 guru honorer menjadi penerima dalam kegiatan sosial ini. Program tersebut merupakan bentuk sinergi antara organisasi profesi dan lembaga zakat dalam membantu meringankan beban tenaga pendidik.

Darmawansyah Muin menyebut kolaborasi antara PGRI dan Baznas menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjangkau kebutuhan masyarakat, khususnya para guru honorer. Ia menilai kerja sama lintas lembaga sangat penting untuk menghadirkan solusi nyata.

PT-Vale

“Kami menyampaikan terima kasih kolaborasi atau kerjasama yang baik antara PGRI dan Baznas dengan mengadakan aksi sosial ini yang peduli akan nasib para guru honorer kita,” ungkapnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu para guru honorer, terutama dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan hingga menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Gowa juga menaruh perhatian terhadap kondisi tenaga honorer yang hingga kini masih menghadapi ketidakpastian status kepegawaian.

“Kami tentunya prihatin masih banyak tenaga pendidik yang belum memiliki kepastian status, padahal peran mereka sangat vital dalam pembangunan sumber daya manusia,” tegasnya.

Darmawansyah mengungkapkan, sekitar 600 guru honorer di Gowa belum diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurutnya, persoalan ini juga terjadi secara nasional, salah satunya akibat kebijakan penutupan formasi PPPK oleh pemerintah pusat.

Pemerintah Kabupaten Gowa, lanjutnya, terus mendorong agar formasi PPPK kembali dibuka, termasuk menyampaikan harapan kepada Presiden RI Prabowo Subianto agar memberikan perhatian lebih terhadap nasib guru honorer.

“Ini menjadi perhatian kami. Kami tidak tinggal diam, tetapi terus berupaya agar para guru honorer mendapatkan peluang diangkat menjadi PPPK,” ujar Darmawansyah.

Ia juga berharap kolaborasi antara PGRI dan Baznas dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan nyata bagi tenaga honorer, sembari pemerintah daerah tetap memantau perkembangan kebijakan pusat.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Gowa, Sampe Mangiriang, menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap guru honorer yang telah lama mengabdi di tengah keterbatasan.

“Inisiatif ini lahir dari kepedulian pengurus PGRI yang kemudian diperkuat melalui sinergi dengan Baznas Gowa. Meski bantuan yang diberikan masih terbatas, pihaknya berharap ke depan cakupan penerima manfaat dapat semakin luas” ungkapnya.

Salah satu penerima bantuan, Idris Syarif, guru honorer di SMK 4 Gowa, turut menyampaikan apresiasinya. Ia menilai bantuan tersebut tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memberi semangat bagi para guru honorer.

“Kami berharap pemerintah dapat membuka peluang lebih luas agar tenaga honorer dapat diangkat menjadi PPPK. Terima kasih kepada PGRI Gowa dan Baznas semoga kolaborasi ini terus terjalin dengan baik melalui aksi sosial yang dilakukan hari ini,” ujarnya. (*)


Tags: