Pemkab Gowa Perkuat Strategi Penurunan Zero Dose Lewat Data Akurat dan Kolaborasi
GOWA, GOSULSEL.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa terus mengintensifkan upaya menekan jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi atau zero dose. Langkah ini dilakukan melalui pembaruan data yang lebih akurat, penguatan layanan kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan program ini terletak pada validitas data sasaran. Selain itu, perluasan jangkauan layanan imunisasi dan optimalisasi peran puskesmas serta posyandu menjadi fokus utama, terutama untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
“Intervensi penurunan zero dose harus dimulai dari validitas data. Tanpa basis data yang presisi, kebijakan tidak akan tepat sasaran,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional Tingkat Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (01/04/2026).
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah di tingkat kecamatan hingga kelurahan dalam memantau pelaksanaan program di wilayah masing-masing. Peran kader posyandu dan PKK dinilai sangat strategis sebagai ujung tombak dalam memberikan edukasi yang sesuai dengan kondisi masyarakat.
“Layanan tidak boleh bersifat pasif. Puskesmas dan tenaga kesehatan perlu mengubah pola kerja menjadi proaktif dengan menjangkau langsung sasaran di lapangan,” lanjutnya.
Menurutnya, penanganan zero dose merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Upaya ini diharapkan mampu menekan risiko penyakit menular sekaligus mendukung tumbuh kembang anak. Untuk itu, kerja sama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama juga terus diperkuat agar informasi tentang imunisasi dapat tersampaikan dengan benar.
“Penurunan zero dose adalah kerja sistemik. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor yang konsisten agar capaian kesehatan anak dapat meningkat secara terukur,” kata Bupati Gowa.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar terkait vaksin. Ia juga mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja sama dalam mencapai target program.
“Masyarakat tidak perlu ragu terhadap vaksin. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak benar. Kita butuh kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah agar target intervensi ini bisa tercapai sesuai rencana,” tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Gowa, Abdul Haris Usman, menjelaskan bahwa program ini telah disusun dengan target yang jelas dan jadwal yang terukur. Total sasaran mencapai 5.787 anak, dengan target awal 50 persen atau sekitar 2.894 anak dalam dua minggu.
“Target kita 5.787 anak, dengan capaian awal 50 persen atau sekitar 2.894 anak dalam dua minggu. Pelaksanaan dimulai hari ini sampai 7 April, kemudian masuk tahap monitoring nasional pada 7 sampai 9 April,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini masih berasal dari keraguan sebagian orang tua terhadap imunisasi. Oleh karena itu, pendekatan edukasi terus diperkuat dengan melibatkan berbagai pihak. Penjangkauan dilakukan secara aktif hingga ke daerah sulit akses, dengan melibatkan pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan, tenaga kesehatan, serta kader PKK, agar seluruh anak sasaran dapat terdata dan mendapatkan layanan imunisasi secara maksimal. (*)