Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Apoteker Periode 1 Tahun 2026, Fakultas Farmasi UMI Lahirkan 117 Apoteker Baru

Tuesday, 21 April 2026 | 22:38 Wita - Editor: Agung Eka -

BACA JUGA

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Fakultas Farmasi (FF) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar pelantikan dan pengambilan Sumpah Apoteker Periode 1 Tahun 2026 di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar pada Selasa (21/04/2026).

Pengambilan Sumpah Apoteker ini diikuti 117 peserta yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Farmasi UMI Prof. Apt. Aktsar Roskiana Ahmad, S.Farm.,M.Farm.,Ph.D. didampingi para Wakil Dekan dan Ketua Prodi Profesi Apoteker Farmasi UMI.

Turut hadir menyaksikan prosesi tersebut Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH.,MH., Pembina Farmasi UMI Prof. Dr. H. Tajuddin Naib, M.Sc., perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, serta delegasi rumah sakit dan puskesmas di Kota Makassar.

PT-Vale

Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH.,MH. menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh apoteker yang baru dilantik. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan panjang yang dilalui para peserta, meskipun penuh tantangan dan kelelahan, pada akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan.

“Kami berharap para apoteker baru untuk tidak cepat merasa puas dan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, khususnya pada program Magister Farmasi UMI yang telah terakreditasi unggul,” ajaknya. 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa lulusan Apoteker UMI harus menjadi alumni yang bercirikan berilmu amaliah, beramal ilmiah, berakhlakul karimah, serta berdaya saing global. Para apoteker juga diharapkan terus mengupdate diri dan memperkuat kompetensi agar mampu menjawab tantangan dunia kesehatan yang semakin dinamis.

Professor Fakultas Hukum UMI itu juga mengapresiasi Fakultas Farmasi UMI sebagai salah satu fakultas favorit dengan jumlah pendaftar yang terus meningkat setiap tahunnya. Selain itu, dosennya juga meloloskan banyak pendanaan penelitian dari kemendiktisaintek.

“Para apoteker yang dilantik merupakan generasi penerus yang akan menjadi tonggak sejarah baru dalam pembangunan kesehatan. Jagalah almamater UMI di manapun berada, serta tunjukkan kepada masyarakat bahwa alumni UMI memiliki karakter sebagai lulusan lembaga pendidikan dan dakwah,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi UMI Prof. Apt. Aktsar Roskiana Ahmad, S.Farm.,M.Farm.,Ph.D. mengungkapkan bahwa Pengambilan Sumpah Apoteker ini merupakan momentum yang sangat dinanti.

“Kami sangat bangga kepada 117 apoteker baru dari Angkatan XVIII yang telah disumpah untuk berkontribusi dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia bahkan dunia”, ucapnya.

Alumni Fakultas Farmasi UMI itu juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Farmasi UMI yang kini menuju usia 25 tahun.

“Farmasi UMI terus berkomitmen menjaga eksistensi dalam mempertahankan mutu dan menghasilkan generasi bangsa yang berkualitas. Para lulusan diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi Indonesia dan dunia”, urainya.

Ia juga menekankan bahwa yang spesial dari angkatan ini adalah para lulusan telah menerima ijazah dan sertifikat kompetensi, sehingga dapat langsung mengabdi kepada masyarakat, tambahnya.

Kami berharap agar para alumni memberikan kabar membanggakan di masa mendatang serta menegaskan rasa bangga atas proses yang telah dilalui oleh seluruh apoteker yang baru dilantik,” urainya.

Ketua Prodi Profesi Apoteker Farmasi UMI Dr. Apt. Audia Triani Olii, M.Si. dalam laporannya mengatakan bahwa peserta sumpah Angkatan XVIII dan peserta dari angkatan sebelumnya berjumlah 125 orang, dengan persentase kelulusan mencapai 98 persen atau sebanyak 117 orang yang dinyatakan lulus.

“Para alumni profesi apoteker tersebut telah melewati Uji Kompetensi Nasional (Ukomnas) yang pada periode ini menggunakan sistem baru. Hal tersebut menjadi pengalaman tersendiri sekaligus pencapaian bagi para lulusan,” paparnya.

Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran proses akademik, mulai dari pimpinan universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, hingga para mitra rumah sakit tempat mahasiswa Farmasi UMI menjalani praktik, tutupnya. (*)